BALANGAN — LENTERAKALIMANTAN.NET Kepolisian Resor (Polres) Balangan mengidentifikasi pendekatan keamanan tak lagi sekadar patroli dan penegakan hukum. Melalui penerapan konsep Green Policing, personel Polres Balangan bersama warga setempat menggelar aksi kerja bakti membersihkan area masjid di Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan, sebagai langkah nyata menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mempererat hubungan humanis dengan masyarakat.
Aksi gotong royong ini menyasar seluruh sudut rumah ibadah, mulai dari penataan halaman, pembersihan tempat wudhu, hingga sanitasi di lingkungan sekitar masjid. Langkah ini ditempuh guna memastikan masjid—yang menjadi pusat kegiatan keagamaan sekaligus ruang interaksi sosial warga—berada dalam kondisi bersih, sehat, dan nyaman.
Melalui Green Policing, Polri mendorong paradigma baru kepolisian memiliki peran aktif dalam mewujudkan ekosistem lingkungan yang asri dan berkelanjutan. Kesadaran menjaga kelestarian lingkungan ditekankan bukan hanya sebagai tugas formal, melainkan tanggung jawab moral yang dibangun dari aksi-aksi sederhana.
Kegiatan bersih-bersih ini sekaligus dimanfaatkan perwira dan anggota Polres Balangan untuk mencairkan sekat komunikasi dengan warga. Di sela-sela kegiatan, tercipta ruang dialog informal yang membangun suasana kebersamaan dan komunikasi yang lebih terbuka.
Kedekatan tersebut mempertegas prinsip bahwa keberadaan aparat kepolisian di tengah masyarakat tidak sebatas memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), melainkan tumbuh dan bergotong royong menyelesaikannya secara bersama-sama.
Langkah inklusif ini menjadi bagian dari komitmen jangka panjang Polres Balangan untuk terus menggalakkan program pelestarian lingkungan berkelanjutan yang berbasis partisipasi publik.
Langkah ini berpedoman teguh pada jargon pendorong mereka, “Polisi Bersama Masyarakat”—sebuah bentuk pengabdian yang menempatkan kepedulian sosial dan ekologis sebagai pilar utama pelayanan publik.


