BANJARMASIN LENTERAKALIMANTAN.NET

Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kalimantan Selatan mulai menurun pada pekan ke-33. Namun, jumlah kasus masih berada di atas kondisi sebelum peningkatan paparan kabut asap.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan Diauddin mengatakan, penurunan kasus tersebut menjadi perkembangan positif setelah terjadi peningkatan akibat kondisi udara yang memburuk.

“Kasus ISPA rata-rata sebelumnya sekitar 5.000. Setelah terjadi kondisi berasap, meningkat menjadi sekitar 7.000. Tetapi minggu kemarin, yaitu minggu ke-33, sudah agak menurun dibandingkan minggu ke-32,” ujar Diauddin di Banjarmasin, Selasa (1/9/2026).

Diauddin berharap tren penurunan terus berlanjut. Meski demikian, masyarakat diminta tetap waspada karena angka kasus masih lebih tinggi dibandingkan kondisi sebelum kabut asap.

“Mudah-mudahan trennya akan semakin turun, walaupun saat ini masih tinggi dibandingkan sebelum terjadinya kabut asap,” katanya.

Dinas Kesehatan Kalsel bersama jajaran kesehatan kabupaten/kota terus memantau perkembangan kasus melalui surveilans. Pemantauan dilakukan untuk melihat kecenderungan kasus sekaligus menjadi dasar menentukan langkah penanganan.
Di tengah kondisi udara yang belum sepenuhnya membaik, masyarakat juga diminta meningkatkan perlindungan diri. Penggunaan masker dan pengurangan aktivitas di luar ruangan menjadi langkah yang dianjurkan ketika kualitas udara menurun.

“Kalau kondisi udara kurang baik, masyarakat sebaiknya mengurangi aktivitas di luar rumah dan menggunakan masker. Apabila mengalami keluhan seperti batuk, sesak napas atau gejala ISPA lainnya, segera periksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan,” imbaunya.

Dinkes Kalsel berharap kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan terus meningkat seiring penanganan dampak kabut asap. Pemantauan kasus dan penerapan perilaku hidup sehat diharapkan dapat menjaga tren ISPA tetap menurun(mckalsel/lnk).