PURUK CAHULENTERAKALIMANTAN.NET

Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Murung Raya menetapkan Kelurahan Muara Laung, Kecamatan Laung Tuhup, sebagai tuan rumah Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadits (MTQH) ke-11 Tingkat Kabupaten. Perhelatan syiar agama dan seni membaca Al-Qur’an tersebut dijadwalkan berlangsung selama lima hari, yakni pada 23 hingga 27 September 2026.

Keputusan penetapan lokasi serta persiapan teknis tersebut dimatangkan dalam rapat koordinasi lintas sektor yang dipimpin langsung oleh Ketua LPTQ Murung Raya, Rejikinoor, di Puruk Cahu pada Minggu (7/9/2026).

Rejikinoor menegaskan bahwa perhelatan ini merupakan ikhtiar kolektif daerah dalam menghidupkan nilai-nilai Qur’ani di tengah masyarakat. Rapat koordinasi digelar untuk memastikan seluruh elemen penyelenggaraan siap secara maksimal sebelum hari pelaksanaan.

“Ini bukan sekadar agenda tahunan. Ini adalah ikhtiar kolektif untuk menghidupkan nilai-nilai Qur’ani di tengah masyarakat. Rapat tadi memastikan seluruh rangkaian acara berjalan maksimal dan siap sepenuhnya,” ujar Rejikinoor.

Pria yang juga menjabat sebagai Anggota DPRD Murung Raya tersebut merinci tiga fokus utama persiapan LPTQ saat ini:

  • Hospitalitas Kafilah: Penyediaan fasilitas pemondokan yang layak, bersih, dan representatif bagi kafilah dari 10 kecamatan.

  • Penyediaan Venue Utama: Finalisasi pembangunan panggung serta tata letak area pembukaan dan penutupan acara.

  • Manajemen Arena & Pawai: Pemetaan titik-titik lokasi lomba strategis yang dilengkapi fasilitas pendukung, serta penyusunan alur pawai taaruf sebagai pembuka rangkaian kegiatan.

“Tidak boleh ada detail yang terlewat. Dari tempat istirahat peserta, panggung kehormatan, arena musabaqah, hingga alur pawai. Semua harus berkelas dan meninggalkan kesan mendalam bagi tamu dan tuan rumah,” kata Rejikinoor.

MTQH ke-11 ini bakal melibatkan total 345 orang dari 10 kecamatan di seluruh Kabupaten Murung Raya. Jumlah tersebut mencakup peserta lomba, dewan hakim, official, serta pendamping yang saat ini sedang menjalani tahap verifikasi data dan bimbingan teknis akhir. Tim LPTQ bersama jajaran pemerintah kecamatan setempat juga terus menggelar audit lapangan untuk memastikan kelaikan sarana dan prasarana di lokasi acara.

Selain sebagai ajang kompetisi, LPTQ memproyeksikan MTQH sebagai investasi jangka panjang daerah untuk pembentukan karakter generasi muda di Bumi Tana Malai Tolung Lingu.

“Target kita melampaui podium. Kami ingin dari Muara Laung ini lahir generasi yang cerdas, berilmu, dan berakhlak Qur’ani. Itulah warisan paling berharga untuk masa depan Bumi Tana Malai Tolung Lingu,” tuturnya.

Guna menyemarakkan syiar Islam dan merangkul keterlibatan warga, panitia merancang acara dengan konsep pesta rakyat yang menghadirkan hiburan bernuansa nasional, termasuk mendatangkan artis dari Jakarta saat panggung pembukaan dan penutupan.

“Kami ingin MTQH ini substansinya dalam, kemasannya meriah. Sehingga menjadi pesta iman yang bisa dirasakan dan dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat Murung Raya,” pungkasa Rejikinoor. (Muslim)