Anggota Komisi III DPRD Murung Raya Fraksi Partai Gerindra, Sutrisno, S.T.

PURUK CAHU — LENTERAKALIMANTAN.NET-

Komisi III DPRD Kabupaten Murung Raya menegaskan pentingnya pergeseran strategi pembangunan ekonomi daerah dari sekadar penjualan bahan mentah menuju pengembangan industri pengolahan lokal. Sektor pertanian, perindustrian, dan perdagangan dinilai sebagai tiga pilar utama untuk menjaga ketahanan ekonomi rakyat dari ancaman krisis.

Anggota Komisi III DPRD Murung Raya dari Fraksi Partai Gerindra, Sutrisno, S.T., menyatakan penguatan industri pengolahan berbasis perindustrian rakyat menjadi kunci agar nilai tambah komoditas lokal dapat dinikmati langsung oleh petani serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Murung Raya ini kaya. Hasil pertanian kita melimpah, dari padi, karet, sawit rakyat, hingga hortikultura pedalaman. Kalau ini kita olah melalui perindustrian rakyat yang bernilai tambah, maka perdagangan kita akan hidup,” kata Sutrisno di Puruk Cahu.

Sutrisno mengibaratkan ketahanan sektor ekonomi kerakyatan tersebut melalui ungkapan filosofis: “Laksana ombak menempuh badai, jangankan angin topan pun jatuh.” Menurutnya, fondasi ekonomi yang berbasis pada sektor riil tidak akan mudah goyah oleh dinamika krisis.

Sektor kerja Komisi III DPRD Murung Raya, kata dia, tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga mengawal urat nadi perekonomian masyarakat. Ia menegaskan komitmen legislatif untuk mendukung arah kebijakan Pemkab Murung Raya di bawah kepemimpinan Bupati Heriyus, S.E., dan Wakil Bupati Rahmanto Muhidin, S.H.I., M.H.

“Petani harus untung, industri kecil harus tumbuh, perdagangan lokal harus jaya. DPRD akan kawal regulasinya, kawal anggarannya, kawal pasarnya. Jangan sampai hasil bumi Murung Raya hanya lewat saja, tapi tidak menyejahterakan rakyat Murung Raya,” ujar Sutrisno.

Upaya penguatan sektor ekonomi daerah ini juga dinilai selaras dengan semangat kearifan lokal Handep Haduhup Huang Ije Kapakat—gotong royong dalam mengelola potensi alam untuk kemakmuran bersama.

“Badai ekonomi boleh datang, tapi kalau pertanian kita kuat, industri kita jalan, perdagangan kita hidup, Murung Raya tidak akan pernah jatuh,” tutur Sutrisno.

(Muslim)