Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Murung Raya, Johansyah, S.E., M.I.P
PURUK CAHU — LENTERAKALIMANTAN.NET-
Produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) asal Kabupaten Murung Raya dinilai memiliki kualitas yang mampu bersaing dengan daerah lain. Namun, ketiadaan akses pasar yang memadai membuat potensi ekonomi kerakyatan di wilayah tersebut stagnan dan sulit berkembang.
Kritik tajam tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Murung Raya, Johansyah, S.E., M.I.P., pada Minggu (4/10/2026). Ia menegaskan kendala utama para pelaku usaha lokal saat ini terletak pada lemahnya sistem pemasaran yang belum digarap secara serius oleh pemerintah daerah.
“Kualitas produk UMKM kita tidak kalah dengan daerah lain. Yang kalah itu akses pasarnya. Kalau ini tidak dibuka oleh pemerintah, sampai kapan pun UMKM kita akan jalan di tempat,” kata Johansyah kepada wartawan.
Politisi yang juga menjabat sebagai Ketua DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Murung Raya ini mendesak Pemerintah Kabupaten Murung Raya di bawah kepemimpinan Bupati Heriyus dan Wakil Bupati Rahmanto Muhidin untuk menempatkan penguatan pemasaran UMKM sebagai program prioritas strategis, bukan sekadar agenda pelengkap.
“Penguatan pemasaran harus menjadi salah satu prioritas perhatian pemerintah daerah. Ketika akses pasar semakin terbuka, UMKM akan memiliki peluang untuk tumbuh dan berkembang sehingga dapat meningkatkan pendapatan para pelaku usaha,” tutur Johansyah.
Menurut Johansyah, keberpihakan pemerintah terhadap sektor UMKM tidak boleh berhenti pada penyaluran bantuan modal semata. Pemerintah daerah dituntut menghadirkan ekosistem usaha yang utuh dan berkelanjutan—mulai dari pelatihan pengemasan (packaging) berstandar internasional, sertifikasi, hingga digitalisasi pasar.
“Jangan hanya kasih modal lalu dilepas. Pemerintah harus dampingi, bantu desain kemasan yang menarik, bantu sertifikasi halal, bantu foto produk yang bagus, bantu masuk ke toko modern dan platform digital. Itu baru namanya hadir,” ujar Johansyah menegaskan.
Untuk menembus pasar luar daerah hingga tingkat nasional, ia mendorong Pemkab Murung Raya memperluas kemitraan strategis dengan jaringan ritel modern, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), serta pelaku dunia usaha di luar Kalimantan Tengah.
“Dengan memperluas kerja sama, produk UMKM dari Murung Raya maupun Kalimantan Tengah diharapkan semakin dikenal dan memiliki daya saing yang kuat di pasar,” ungkapnya.
Johansyah mengingatkan sektor UMKM merupakan fondasi utama perekonomian Murung Raya. Penguatan sektor ini diyakini akan mempercepat perputaran uang di tingkat desa, membuka lapangan kerja baru, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara signifikan.
“Upaya memperkuat pemasaran UMKM harus dilakukan secara berkelanjutan melalui sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan. Dengan dukungan bersama, produk unggulan Murung Raya diharapkan semakin dikenal luas dan mampu memberikan kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat,” katanya menutup keterangan.


