BANJARMASIN — LENTERAKALIMANTAN.NET Sekber Wartawan Indonesia (SWI) Kalimantan Selatan (Kalsel) membuat gebrakan baru dengan menggelar Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Jenjang muda dan madya, Berkolaborasi dengan Lembaga Uji Kompetensi Wartawan (LUKW) Unitomo Surabaya, kegiatan yang diselenggarakan di Meratus Room, Hotel Banjarmasin International (HBI) ini berlangsung selama dua hari pada Selasa–Rabu, 27–28 Oktober 2026.
Pembukaan UKW perdana yang diikuti 21 peserta dari berbagai media online ini dihadiri dan dibuka secara resmi oleh Ketua Umum SWI Pusat, H. Iskandar, yang sekaligus hadir sebagai narasumber. Pelaksanaan kegiatan tersebut bertujuan untuk mendorong peningkatan kompetensi, profesionalisme, serta kualitas wartawan dalam menjalankan tugas-tugas jurnalistik.
Di hadapan para peserta, Iskandar tidak hanya memaparkan pentingnya kompetensi dalam dunia jurnalistik, tetapi juga berbagi inspirasi mengenai perjalanan hidupnya sebagai pengusaha lintas bidang. Ia mengawali kiprah bisnisnya dari nol sejak tahun 2004.
Perjalanan usahanya dimulai dari mendirikan CV sebelum akhirnya berkembang menjadi perseroan terbatas (PT). Salah satu sektor yang digelutinya adalah perdagangan suku cadang (sparepart) alat berat dan besi tua (scrap). Dalam operasionalnya, ia pernah menjalin relasi bisnis dengan PT United Tractors serta memperluas jaringan hingga ke Kabupaten Banjar, Tabalong, dan Balikpapan.
Meski demikian, ia mengakui jalan menuju kesuksesan tidak selalu mulus. Risiko, tantangan, dan kerugian hingga miliaran rupiah pernah ia rasakan.
“Namanya seorang bisnis, pahitnya sering tertipu itu sudah biasa, itu ujian,” tutur Iskandar. Kendati demikian, ia menegaskan bahwa ketekunan, keberanian mengambil pelajaran dari kegagalan, serta ketahanan mental adalah kunci utama bagi pengusaha baru. “Selagi napas masih ada, kita harus jalan terus. Kalau kita baru rugi sekali langsung mundur, kita tidak akan bisa maju,” tegasnya.
Selain berkecimpung di dunia bisnis, Iskandar juga aktif mendedikasikan waktunya untuk kegiatan sosial dan keagamaan. Saat ini, ia tercatat membina tiga yayasan pendidikan dan sosial, yakni yayasan di Semarang, Pondok Pesantren Assalam di Pasir Angin (Bogor), serta Yayasan Nurul Iskhaq Abadi di Cilacap.
Tidak hanya itu, ia juga memegang amanah sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) DKI Jakarta Asosiasi Mi Pedagang Bakso (ADMISU). Organisasi ini berfokus memperkuat jaringan pedagang mi dan bakso serta membuka peluang kolaborasi demi mendukung pertumbuhan UMKM. Bersama jajaran pengurus seperti Dudung dan Feri, ADMISU saat ini tengah bersiap menggelar acara “Bakso Nusantara” yang dijadwalkan pada 12–12 Desember 2026 di kawasan Senayan, Jakarta.
“Jadi kegiatan saya bukan hanya di organisasi ini saja, tapi juga memiliki bisnis di bidang lain,” jelasnya.
Dalam sesi dialog interaktif, sejumlah wartawan tampak antusias mengajukan pertanyaan seputar strategi bisnis dan pengalaman menghadapi risiko usaha. Kepada Yetno (Redaksindo.com), ia berkisah tentang perjuangannya merintis usaha dari bawah, sementara kepada Deni (Kalsel News), ia menekankan pentingnya ketangguhan mental dalam menghadapi risiko dunia usaha.
Menanggapi pertanyaan Gunawan (Selokalindonesia.com) terkait sinergi antardaerah, Iskandar menekankan urgensi memperkuat persatuan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), sekaligus mendorong kolaborasi aktif antara organisasi usaha dan koperasi.


