PURUK CAHU — LENTERAKALIMANTAN.NET-
Sektor pertanian, perindustrian, dan ketahanan pangan dinilai sebagai penggerak utama perekonomian Kabupaten Murung Raya. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat mendesak adanya pembenahan kelembagaan secara menyeluruh hingga ke desa-desa terpencil agar roda perekonomian daerah tidak timpang.
Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Murung Raya, H. Rejikinoor, S.Sos., menegaskan program peningkatan kesejahteraan rakyat tidak akan berjalan optimal tanpa kelembagaan kelompok tani dan industri kecil yang solid, aktif, dan terdata dengan baik.
“Pertanian, Perindustrian, dan Ketahanan Pangan adalah segitiga penyangga ekonomi rakyat Murung Raya. Jika satu sisi lemah, maka ekonomi daerah akan timpang,” ujar Rejikinoor di Puruk Cahu.
Politisi senior tersebut menyoroti tiga persoalan mendasar yang mendesak untuk segera dibenahi oleh pemerintah daerah demi mengoptimalkan potensi lokal:
-
Validasi dan Restrukturisasi Kelembagaan: Banyak kelompok tani dan industri kecil tercatat hanya di atas kertas atau sudah tidak aktif. Diperlukan audit serta pendataan ulang secara transparan berbasis potensi riil di lapangan.
-
Hilirisasi dan Industrialisasi Desa: Komoditas pertanian tidak boleh lagi dijual dalam bentuk mentah. Pemerintah perlu mendorong pengolahan hasil bumi seperti gabah, karet, dan rotan menjadi produk bernilai tambah tinggi yang berdaya saing.
-
Ketahanan Pangan Mandiri: Penguatan kelembagaan kelompok tani dipandang sebagai langkah strategis agar daerah tidak bergantung sepenuhnya pada pasokan dari luar wilayah.
Menurut Rejikinoor, petani yang bergerak sendiri-sendiri sering kali kesulitan mengakses bantuan alat mesin pertanian, pupuk bersubsidi, maupun pembinaan teknis. Dengan kelompok yang legalitasnya jelas dan terverifikasi, distribusi bantuan pemerintah akan jauh lebih tepat sasaran.
Pihaknya mendorong Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM, serta jajaran pemerintah kecamatan hingga tingkat desa untuk bersinergi turun langsung melakukan audit kelembagaan secara menyeluruh.
“Jangan biarkan petani di pedalaman berjuang sendiri. Jika kelompok tani di desa kuat, industri desa hidup, maka ketahanan pangan Murung Raya akan kokoh dan berdaya saing,” pungkasnya.
(muslim)


