HULU SUNGAI UTARA – LENTERAKALIMANTAN.NET

Pegiat literasi asal Desa Palampitan, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan, Hafidzaturrahmi, berhasil meraih Juara III Pemuda Pelopor Bidang Pendidikan tingkat Provinsi Kalimantan Selatan tahun 2026. Prestasi tersebut diraih melalui gagasan gerakan literasi SEBUKU HSU yang berfokus pada upaya mendekatkan buku kepada masyarakat serta menumbuhkan budaya membaca, menulis, dan berkarya.

Penghargaan itu diraih setelah Hafidzaturrahmi sebelumnya meraih Juara I Pemuda Pelopor Bidang Pendidikan tingkat Kabupaten Hulu Sungai Utara pada September 2026. Seleksi tingkat provinsi dilaksanakan pada 27 Oktober 2026 di Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan.

Hafidzaturrahmi merupakan pendiri SEBUKU HSU bersama Ahmad Syaukani. Komunitas yang berdiri sejak 18 Mei 2022 tersebut terus mengembangkan berbagai kegiatan literasi untuk memperluas akses masyarakat terhadap buku dan menghadirkan ruang belajar alternatif, terutama bagi anak-anak yang tinggal jauh dari fasilitas perpustakaan.

Sejumlah kegiatan yang dijalankan SEBUKU HSU di antaranya lapak baca gratis, diskusi, Sebuku Menjelajah, Sepeda Buku, seminar dan lokakarya, serta penyebaran semangat *read aloud* atau membaca nyaring. Berbagai kegiatan membaca dan menulis juga dilakukan untuk mendorong masyarakat agar lebih dekat dengan dunia literasi.

Hingga saat ini, SEBUKU HSU telah melaksanakan 132 kegiatan dengan total 5.063 partisipan penerima manfaat. Komunitas ini memiliki 127 anggota dan didukung oleh 20 relawan yang turut menggerakkan berbagai program literasi di Kabupaten Hulu Sungai Utara.

Perjalanan SEBUKU HSU juga diwarnai sejumlah pencapaian. Pada 2025, komunitas ini mewakili Kabupaten Hulu Sungai Utara dalam ajang Pemilihan Pasangan Muda Inspiratif dan Berprestasi tingkat Provinsi Kalimantan Selatan bersama Ahmad Syaukani. Hafidzaturrahmi juga mencatatkan prestasi di tingkat kabupaten melalui ajang Pemuda Pelopor dan Pengunjung Teladan pada 2025 dan 2026.

Selain aktif sebagai pegiat literasi, Hafidzaturrahmi juga mengabdikan diri sebagai pengajar di Ma’had Aly Rakha. Baginya, gerakan literasi merupakan salah satu bentuk kontribusi nyata pemuda dalam mendukung pendidikan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Ia mengungkapkan bahwa gagasan SEBUKU HSU berangkat dari keinginan untuk memperluas akses terhadap buku dan kegiatan literasi, khususnya bagi anak-anak di wilayah yang masih jauh dari fasilitas perpustakaan.

“Saya percaya bahwa tumbuh dewasa adalah keharusan dalam siklus kehidupan yang harus kita lewati, namun menjadi seorang pemuda yang berdampak dan bermanfaat bagi khalayak ramai adalah sebuah pilihan,” ungkap Hafidzaturrahmi.

Menurutnya, gerakan literasi tidak harus selalu dimulai dengan program besar. Langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten dan melibatkan masyarakat dapat menjadi bagian penting dalam mendorong peningkatan budaya baca serta kualitas pendidikan di daerah.

Ke depan, SEBUKU HSU berencana memperluas jangkauan kegiatan, menambah koleksi buku, meningkatkan kapasitas relawan, serta memperkuat kolaborasi dengan sekolah, pemerintah, perpustakaan, dan komunitas lainnya.

Hafidzaturrahmi menegaskan bahwa capaian di tingkat provinsi tersebut bukan semata-mata prestasi pribadi, melainkan hasil kerja bersama seluruh pengurus dan relawan SEBUKU HSU.

“Penghargaan ini bukan sekadar prestasi pribadi, melainkan hasil kerja bersama seluruh pengurus dan relawan SEBUKU HSU. Saya berharap semakin banyak pemuda yang berani bergerak dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Sebab, perubahan dapat dimulai dari langkah kecil yang dilakukan dengan kepedulian dan konsistensi,” tutupnya.

Jurnalis: Khaidir Yahya

Aditor: Admin