
BANJAR LENTERAKALIMANTAN.NET
Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan berhasil mengumpulkan sekitar dua ton sampah dalam aksi bersih-bersih serentak yang digelar untuk memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026. Kegiatan melibatkan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), pemerintah kabupaten/kota, serta berbagai unsur terkait di seluruh wilayah Kalimantan Selatan.
Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Subhan Nur Yaumil, mengatakan kegiatan tersebut merupakan lanjutan dari aksi kebersihan yang telah dimulai sehari sebelumnya melalui pembersihan sungai bersama instansi vertikal dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang dipimpin Polda Kalimantan Selatan.
“Sejak kemarin kita sudah melakukan kegiatan bersih-bersih. Sungai kita bersihkan, kemudian jalan-jalan kita bersihkan,” ujar Subhan di Banjar.
Pada pelaksanaan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, aksi korve dilakukan sejak pagi dengan fokus pembersihan di sepanjang Jalan Ahmad Yani. Namun, sejumlah instansi juga melaksanakan kegiatan serupa di lokasi lain yang telah ditentukan.
Berdasarkan laporan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Selatan, kegiatan tersebut menghasilkan sekitar 129 karung sampah atau setara kurang lebih dua ton sampah campuran.
“Sekitar dua ton sampah yang kita dapat hari ini. Sampahnya campuran, tetapi sampah plastik tidak terlalu banyak,” kata Subhan.
Ia mengungkapkan telah meninjau langsung sejumlah titik di Jalan Ahmad Yani, mulai dari Kilometer 7 hingga area yang menjadi tanggung jawab masing-masing SKPD. Dari hasil pemantauan, jumlah sampah plastik yang ditemukan relatif sedikit dibandingkan jenis sampah lainnya.
Aksi bersih lingkungan juga dilaksanakan secara serentak di 13 kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan. Masing-masing daerah melakukan pembersihan jalan, sungai, dan lingkungan di wilayahnya sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Selain kegiatan korve, Pemprov Kalsel turut menyerahkan bantuan kepada pemerintah daerah yang dinilai memiliki kepedulian terhadap pengelolaan sampah. Pada tahap awal, bantuan diberikan kepada Pemerintah Kota Banjarmasin dan Pemerintah Kabupaten Banjar.
Menurut Subhan, peluang pemberian bantuan kepada daerah lain tetap terbuka dengan mempertimbangkan kemampuan anggaran pemerintah provinsi.
“Ke depan tidak menutup kemungkinan kabupaten dan kota lainnya juga akan kita berikan bantuan, tentu menyesuaikan dengan kemampuan anggaran yang ada,” pungkasnya(mckalsel/lnk).









