PURUK CAHU — LENTERAKALIMANTAN.NET
Dekadensi interaksi sosial akibat cengkeraman teknologi pada generasi muda kian mengkhawatirkan. Merespons fenomena ini, Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Murung Raya mendesak adanya langkah konkret untuk memupuk sifat peduli dan kepribadian sosial anak sejak usia dini sebagai fondasi krusial dalam kehidupan bermasyarakat.
Anggota Komisi II DPRD Murung Raya, Olivia Wiswanti, S.E., M.M., menegaskan bahwa formula terbaik untuk membentengi generasi muda adalah melalui pendidikan karakter yang menanamkan empati, gotong royong, dan tanggung jawab sosial. Menurutnya, intervensi ini harus dimulai secara radikal dari lingkungan terkecil.
“Pendidikan karakter (empati, gotong royong, dan tanggung jawab sosial) harus dimulai dari lingkungan keluarga dan sekolah. Pembiasaan ini dinilai lebih efektif membentuk generasi yang peka terhadap lingkungan sekitar,” ujar Olivia dalam keterangannya, Senin (15/6/2026).
Olivia menjelaskan, anak yang terbiasa dilibatkan dalam kegiatan sosial sederhana secara psikologis akan tumbuh menjadi pribadi yang memiliki kepedulian tinggi. Nilai-nilai komunal seperti ini dinilai sangat vital untuk memperkuat kohesi sosial di tengah masyarakat Murung Raya yang majemuk.
Lebih lanjut, Olivia menyoroti dinamika zaman yang menjadi tantangan terbesar orang tua masa kini. Perkembangan teknologi yang masif menuntut orang tua dan pendidik untuk bergerak lebih aktif mengarahkan anak agar tidak kehilangan nilai kebersamaan.
“Pengawasan yang bijak diperlukan agar anak tetap tumbuh dengan karakter yang kuat,” cetus Olivia mengingatkan pentingnya filter digital di lingkungan domestik.
Sebagai langkah politis, Komisi II DPRD Murung Raya berkomitmen tidak akan tinggal diam. Lembaga legislatif ini berjanji bakal mendorong kebijakan konkret yang mendukung penguatan pendidikan karakter di satuan pendidikan. Tujuannya jelas: mencetak generasi muda Murung Raya yang berkarakter dan bertanggung jawab di masa depan.
Namun, regulasi saja tidak cukup. Olivia menambahkan bahwa pemerintah daerah dan DPRD perlu bersinergi dalam menyediakan ruang bagi kegiatan positif anak yang bersifat edukatif dan sosial. Program tersebut nantinya dapat diintegrasikan melalui satuan pendidikan maupun komunitas masyarakat.
Di akhir pernyataannya, Olivia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak menutup mata dan bersama-sama membina anak sejak usia dini. Upaya kolektif ini dinilai krusial agar Murung Raya memiliki investasi jangka panjang berupa sumber daya manusia yang berintegritas di masa mendatang.











