
Foto bersama narasumber dan peserta The 2nd International
Conference of Social Studies
Banjarmasin, LENTERAKALIMANTAN.NET
8 September 2026 – Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Lambung Mangkurat (ULM) mengadakan The 2nd International Conference of Social Studies pada Selasa, 8 September 2026. Kegiatan ini mengangkat tema “Integrating Ethnopedagogies and SDG 4 for Sustainable Quality Learning”..
Seminar ini menjadi salah satu kegiatan akademik yang membahas pentingnya mengintegrasikan etnopedagogi atau pembelajaran yang memanfaatkan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal dengan Sustainable Development Goals (SDGs) 4, yaitu pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diajak untuk melihat bagaimana budaya dan kearifan lokal dapat menjadi bagian dari upaya menciptakan pembelajaran yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan pendidikan saat ini.
Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai perguruan tinggi, baik dari Indonesia maupun luar negeri. Narasumber yang hadir yaitu Prof. Dr. Drs. Ersis Warmansyah Abbas, BA, M.Pd. dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Dr. Rico Septian Noor, S.H., M.H. dari Universitas Palangka Raya (UPR), Prof. Dr. Erlina Wiyanarti, M.Pd. dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), serta Dr. Senny Luckyardi, S.P., M.M. dari Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM).
Selain narasumber dari perguruan tinggi di Indonesia, seminar ini juga menghadirkan pembicara dari luar negeri, yaitu Hee Kim Poh, Former Director of Institutional Statistics at Nanyang Technological University (NTU) Singapore, serta Assoc. Prof. Dr. Mahani Binti Mokhtar dari University Technology Malaysia (UTM).
Kehadiran para narasumber dari berbagai institusi tersebut memberikan kesempatan bagi peserta untuk memperoleh wawasan yang lebih luas mengenai pendidikan, etnopedagogi, kearifan lokal, serta pengembangan pembelajaran yang mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan. Berbagai perspektif yang disampaikan juga memperlihatkan bahwa pendidikan tidak hanya berkaitan dengan penyampaian materi, tetapi juga perlu memperhatikan budaya, lingkungan sosial, dan perkembangan masyarakat.
Melalui The 2nd International Conference of Social Studies, Jurusan Pendidikan IPS FKIP ULM menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan kegiatan akademik yang dapat memperluas wawasan mahasiswa, dosen, dan peserta mengenai isu-isu pendidikan di tingkat nasional maupun internasional. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi ruang untuk bertukar gagasan dan memperkuat kolaborasi dalam mewujudkan pembelajaran yang berkualitas, berkelanjutan, serta tetap memperhatikan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal.
(Yudha)

