BANJARBARULENTERAKALIMANTAN.NET-

Suasana halaman Sekolah Luar Biasa (SLB) C Pembina Banjarbaru tampak tak biasa pada Senin pagi, 3 Agustus 2026. Tepat pukul 08.00 WITA, gerbang sekolah dikunci rapat. Lebih dari 200 peserta—terdiri dari guru, tenaga kependidikan, hingga ratusan siswa dari jenjang TKLB hingga SMALB—berkumpul khidmat mengikutsertakan diri dalam upacara apresiasi atas torehan piala di tingkat provinsi.

Upacara singkat berdurasi 30 menit tersebut menjadi panggung penghormatan bagi belasan siswa penyandang disabilitas yang sukses memborong puluhan medali dari tiga ajang bergengsi sekaligus: Lomba Keterampilan Siswa Nasional (LKSN), Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN), dan Pekan Olahraga Daerah Spektek (PESODA) tingkat Provinsi Kalimantan Selatan.

Pada ajang LKSN, tiga siswa SMALB membuktikan keahlian vokasional mereka. M. Abyza Ramadhan sukses menyabet Juara 2 cabang Merangkai Bunga, disusul Fera Prestiana yang mengamankan Juara 3 cabang Tata Busana, serta Bahrul Patah sebagai Juara 3 cabang Suvenir.

Tak kalah gemilang, kontingen O2SN sekolah ini menyumbangkan dua piala dari cabang atletik. M. Risqan Hasani keluar sebagai Juara 2 cabang Balap Kursi Roda, sementara Ulul Azmi Aina berhasil meraih Juara 3 cabang Lompat Jauh.

Unjuk gigi terheboh terjadi di panggung PESODA. M. Riswan Elfani menjadi bintang lapangan dengan memboyong tiga medali sekaligus dari cabang renang:

  • Juara 2 (50 Meter Gaya Bebas)

  • Juara 2 (25 Meter Gaya Bebas)

  • Juara 3 (25 Meter Gaya Dada)

Sementara itu, dari arena bocce—olahraga konsentrasi khusus difabel—Fira Aryani sukses mendominasi dengan mengamankan Juara 1 Divisi 4 Bocce Tunggal Putri dan Juara 2 Divisi 2 Bocce Ganda Campuran.

Prosesi penyerahan penghargaan digelar riuh seusai upacara bendera. Satu per satu piala diserahkan langsung oleh pihak manajemen sekolah di hadapan seluruh siswa untuk memicu semangat inklusif dan kompetitif di lingkungan sekolah.

Kepala SLB C Pembina Banjarbaru, Salmah, S.Pd., menyampaikan rasa bangga atas konsistensi anak-anak didiknya yang mampu menembus keterbatasan fisik menjadi deretan prestasi nyata.

“Semoga tahun depan siswa/i lainnya bisa mendapat piala, dan yang sudah ada bisa lebih tingkatkan dan pertahankan lagi,” ujar Salmah di sela-sela penyerahan piala, Senin (3/8/2026).

Pihak sekolah menegaskan bahwa selebrasi ini bukan sekadar penyerahan medali formalitas, melainkan langkah strategis untuk memotivasi seluruh peserta didik agar terus mengasah bakat—baik di bidang akademik maupun non-akademik—tanpa merasa terbatasi oleh kondisi fisik.

Bagikan: