Buah cempedak segar kaya manfaat. Sumber: Halodoc

BANJARMASINLENTERAKALIMANTAN.NET-

Di balik aromanya yang tajam dan rasanya yang manis gurih, cempedak (Artocarpus integer) menyimpan potensi medis yang tak bisa dipandang sebelah mata. Buah tropis khas Indonesia ini bukan sekadar pemuas lidah, melainkan sumber senyawa antioksidan langka yang berpotensi melawan parasit malaria hingga menghambat sel kanker.

Secara fisik, cempedak kerap disepadankan dengan nangka. Namun, buah ini memiliki tekstur daging yang jauh lebih lembut, ukuran lebih kompak, serta profil nutrisi yang khas. Dalam setiap 100 gram daging cempedak, terkandung energi sebesar 115 kalori, 25 gram karbohidrat, 3,5 gram serat, serta kaya akan mineral kalsium (40 mg), zat besi (1 mg), dan vitamin C (18 mg).

Keunggulan utama cempedak terletak pada kandungan senyawa fitokimia unik bernama artoindonesianin—sejenis flavonoid khas yang berpadu dengan tanin, triterpenoid, karoten, dan xanthone.

Senyawa artoindonesianin dalam cempedak tercatat efektif menekan pertumbuhan parasit penyebab malaria. Selain itu, uji laboratorium menunjukkan riset awal terkait potensi senyawa ini dalam menghambat perkembangan sel kanker darah (leukemia), meski mekanisme kerja detailnya masih memerlukan penelitian lanjutan.

Efek perlindungan cempedak juga menjangkau sistem metabolisme tubuh melalui berbagai mekanisme:

  • Sistem Pencernaan: Kandungan serat dan xanthone menjaga Keseimbangan mikrobiota usus, melancarkan pencernaan, serta mencegah diare dan sembelit.

  • Kesehatan Jantung: Sinergi serat, kalium, vitamin C, dan antioksidan bekerja menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan mengontrol tekanan darah tinggi.

  • Alternatif Diabetes (Biji Cempedak): Biji cempedak dapat diolah menjadi tepung alternatif pengganti terigu. Tepung biji cempedak memiliki indeks glikemik lebih rendah serta serat tinggi, menjadikannya opsi lebih aman bagi penderita diabetes dan obesitas.

Meski kaya manfaat, kebiasaan masyarakat dalam mengolah cempedak sering kali justru menggugurkan khasiat alaminya. Di berbagai daerah, cempedak populer disajikan dalam bentuk gorengan berbalut tepung.

Proses penggorengan menambahkan lemak jenuh, kolesterol, dan kalori berlebih, sekaligus meningkatkan indeks glikemik makanan. Untuk memperoleh manfaat kesehatan secara optimal, cempedak sebaiknya dikonsumsi langsung dalam kondisi segar, diolah menjadi jus tanpa gula tambahan, atau dijadikan topping sajian sehat seperti oatmeal.

Pengkonsumsian tetap perlu disesuaikan dengan porsi harian dan kondisi medis masing-masing. Masyarakat yang memiliki riwayat penyakit tertentu disarankan tetap berkonsultasi dengan dokter untuk menentukan takaran asupan yang tepat.

Bagikan: