
PURUK CAHU — LENTERAKALIMANTAN.NET-
Mura Expo 2026 tidak hanya menjadi ajang unjuk gigi capaian pembangunan dan pameran produk daerah. Pemerintah Kabupaten Murung Raya memanfaatkan pameran tahunan ini sebagai laboratorium pembentukan karakter generasi muda melalui lomba menyanyi lagu nasional bagi anak usia dini.
Dihelat di Stan TP-PKK pada Senin, 10 Agustus 2026, ajang yang diinisiasi Pokja Bunda PAUD bersama Tim Penggerak PKK Kabupaten Murung Raya ini menyasar anak usia 4 hingga 7 tahun. Seluruh peserta diwajibkan menyanyikan lagu “Hari Merdeka” tanpa dipungut biaya pendaftaran.
Langkah inklusif tersebut mendapat apresiasi mendalam dari Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Murung Raya, Tuti Marheni. Menurutnya, pemanfaatan panggung pameran untuk pendidikan karakter merupakan bentuk kebijakan publik yang menyentuh akar rumput.
“Kami di Komisi I sangat mengapresiasi langkah TP-PKK dan Pokja Bunda PAUD. Ini bukan sekadar lomba, melainkan langkah nyata membentuk generasi yang berani, kreatif, dan cinta tanah air. Anak-anak adalah masa depan yang harus disiapkan sejak sekarang,” tegas Tuti.
Tuti menilai, akses pendaftaran gratis di lokasi memastikan seluruh anak memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk tampil tanpa terkendala biaya. Pendekatan ini selaras dengan fungsi pengawasan dan legislasi Komisi I DPRD yang membidangi sektor pendidikan, pemberdayaan perempuan, serta perlindungan anak.
Senada dengan hal tersebut, Ketua TP-PKK Kabupaten Murung Raya, Warnita Heriyus, menegaskan pentingnya menanamkan identitas kebangsaan sejak usia dini melalui media yang menyenangkan.
“Selain menjadi hiburan, lomba menyanyi ini ditujukan untuk menumbuhkan rasa percaya diri sekaligus menanamkan rasa cinta anak-anak terhadap lagu-lagu nasional,” kata Warnita.
Sementara itu, Ketua Pokja Bunda PAUD Murung Raya, Dina Maulidah Rahmanto, menyebut seni sebagai instrumen paling efektif untuk mengasah mentalitas dan potensi anak di depan publik.
“Kegiatan seni seperti ini menjadi sarana positif untuk menggali potensi anak, sekaligus memberikan pengalaman berharga tampil di hadapan masyarakat luas,” ujar Dina.
Guna menjaga transparansi dan motivasi peserta, panitia langsung mengumumkan hasil penilaian pada hari yang sama. Sebanyak 10 anak ditetapkan sebagai pemenang kategori Anak Terbaik dan 10 anak lainnya meraih predikat Anak Berbakat.
Komisi I DPRD mendorong agar kolaborasi lintas sektor antara eksekutif, legislatif, dan organisasi kemasyarakatan seperti ini terus direplikasi pada agenda daerah lainnya. Pemanfaatan ruang publik untuk penguatan sumber daya manusia (SDM) dinilai menjadi fondasi penting pembangunan Murung Raya di masa depan.
“Dari panggung kecil ini kita melihat masa depan Murung Raya. Anak yang berani bersuara hari ini adalah calon pemimpin yang akan membangun daerah ini kelak,” pungkas Warnita.










