
PURUK CAHU — LENTERAKALIMANTAN.NET-
Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Murung Raya menggandeng Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan setempat untuk memperketat pengawasan kesehatan di lingkungan sekolah. Langkah intervensi silang sektoral ini diambil menyusul meningkatnya risiko penularan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), diare, dan dehidrasi pada anak sekolah seiring masuknya puncak musim kemarau di wilayah tersebut.
Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Murung Raya, H. Rejikinoor, S.Sos., menyatakan bahwa kekeringan, pekatnya debu, dan penurunan kualitas udara akibat cuaca ekstrem berpotensi mengganggu stabilitas kegiatan belajar mengajar jika tidak diantisipasi secara dini.
“Mengantisipasi berbagai macam jenis penyakit yang bisa saja mengancam kesehatan anak murid akibat musim kemarau ini, kami di Komisi I bersama Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan berkomitmen untuk turun langsung. Kesehatan anak adalah prioritas utama,” tegas Rejikinoor, Rabu (12/8)
Rejikinoor menekankan, jaminan kesehatan peserta didik merupakan variabel penting dalam menjaga mutu pendidikan. Apabila angka kesakitan siswa melonjak, performa belajar di kelas otomatis merosot. Oleh karena itu, pengawasan tidak hanya terpusat pada respons medis, melainkan pada pencegahan primer di tingkat tapak.
Guna menekan risiko penularan penyakit masa kemarau, sinergi tiga lembaga ini menyepakati empat skema aksi darurat:
-
Edukasi Kebersihan dan Proteksi Diri: Tim medis Dinas Kesehatan ditugaskan turun ke sekolah untuk mendampingi guru, siswa, dan orang tua mengenai protokol kesehatan dasar, seperti penggunaan masker di area berdebu, higienitas tangan, serta pemenuhan hidrasi harian.
-
Audit dan Intervensi Sanitasi: Pemetaan ketersediaan sarana air bersih, fasilitas cuci tangan, dan kesiapan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). Dinas Pendidikan diinstruksikan mendata sekolah-sekolah yang mengalami defisit pasokan air bersih.
-
Sistem Peringatan Dini Puskesmas: Penguatan kanal pelaporan antara unit sekolah dan Puskesmas terdekat guna mempercepat deteksi dini siswa yang menunjukkan gejala klinis gangguan pernapasan atau pencernaan.
-
Dukungan Ketahanan Imun: Optimalisasi program intervensi gizi dan pemberian makanan tambahan untuk memperkuat daya tahan tubuh anak menghadapi paparan suhu udara kering.
Di samping langkah taktis pemerintah, Komisi I DPRD Murung Raya meminta partisipasi aktif dari lingkungan keluarga. Orang tua diimbau tidak mengabaikan perubahan kondisi fisik anak sebelum melepas mereka ke sekolah.
“Mari kita jaga anak-anak kita bersama. Cek kondisi anak sebelum berangkat sekolah, bekali dengan air minum, dan jangan ragu melapor ke guru atau puskesmas jika ada keluhan. Dengan kerja sama, kita bisa melewati musim kemarau ini dengan sehat,” kata Rejikinoor.
Melalui sinergi terstruktur antara regulator, instansi teknis, dan masyarakat, Pemkab dan DPRD Murung Raya menargetkan angka morbiditas anak sekolah selama gelombang kemarau tetap terkendali tanpa mengorbankan hak belajar siswa.










