PURUK CAHU – LENTERAKALIMANTAN.NET-
Penurunan debit air sungai dan mengeringnya sumur-sumur dangkal mulai mengancam warga Kabupaten Murung Raya seiring bertambah panjangnya masa kemarau. Menanggapi kondisi tersebut, Anggota DPRD Kabupaten Murung Raya, Olivia Wiswanti, mendesak masyarakat dan pemerintah daerah untuk tidak menunggu hingga krisis air bersih benar-benar lumpuh total.
Olivia menegaskan, langkah antisipasi harus berjalan dari dua sisi: disiplin penghematan di tingkat rumah tangga serta kesiapan teknis dari Pemerintah Kabupaten Murung Raya bersama PDAM setempat.
“Kita tidak bisa menunggu krisis baru bergerak. Penghematan harus dimulai dari sekarang, dari rumah kita masing-masing,” kata Olivia dalam keterangannya kepada wartawan, Sabtu (15/8)
Menurut politikus wanita tersebut, keterbatasan pasokan air bersih kini bukan lagi sekadar potensi, melainkan ancaman nyata. Laporan lapangan menunjukkan distribusi air minum dari PDAM mulai kewalahan melayani kebutuhan warga akibat sumber air baku yang menyusut.
Untuk menekan laju krisis, Olivia merinci empat langkah taktis yang bisa segera diterapkan masyarakat di lingkungan keluarga:
-
Efisiensi pemakaian: Menggunakan air seperlunya untuk aktivitas harian seperti mandi dan mencuci.
-
Pemeliharaan jaringan: Segera membenahi keran maupun pipa yang bocor agar tidak ada volume air yang terbuang sia-sia.
-
Pemanfaatan air alternatif: Menampung air hujan sisa untuk kebutuhan non-konsumsi, termasuk menyiram tanaman.
-
Edukasi keluarga: Menanamkan kesadaran sejak dini kepada anak-anak untuk bijak menggunakan air.
Di sisi kebijakan publik, Olivia mendorong Pemkab Murung Raya dan dinas terkait untuk mengantisipasi skenario terburuk. Ia meminta pemerintah daerah segera memetakan wilayah paling rawan kekeringan, menyiagakan armada distribusi air bersih darurat, serta mengeksplorasi sumber-sumber air baku alternatif.
“Air adalah sumber kehidupan. Jika hari ini kita boros, maka esok anak cucu kita yang akan kekurangan. Menghemat air hari ini berarti menyelamatkan masa depan Murung Raya,” ujar Olivia menutup imbauannya.
Debit sungai menyusut dan sumur warga mulai mengering. Anggota DPRD Kab. Murung Raya, Olivia Wiswanti, S.E., mengimbau masyarakat untuk tidak menunggu krisis makin parah. Penghematan air bersih harus dimulai hari ini dari lingkungan keluarga kita masing-masing.
Langkah kecil berdampak besar: matikan keran tak terpakai, perbaiki pipa bocor, manfaatkan penampungan air, dan edukasi anak-anak untuk tidak membuang air. Di saat yang sama, DPRD juga mendorong Pemkab & PDAM bersiap menyalurkan bantuan air darurat ke titik-titik rawan kekeringan.
“Menghemat air hari ini, berarti menyelamatkan masa depan Murung Raya.”
#DPRDMurungRaya #HematAir #MurungRayaTanggap #KrisisAir #PurukCahu
(Muslim)

