BANJARBARU, LENTERAKALIMANTAN.NET —
Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan para perwira tinggi TNI dan Polri untuk turun langsung menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di empat provinsi di Kalimantan. Di Kalimantan Selatan, operasi pemadaman di area rawan Ring 1 Bandara Internasional Syamsudin Noor dipimpin langsung oleh Gubernur Kalsel H. Muhidin bersama Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali dan Astamaops Kapolri Komjen Pol. Dr. M. Fadil Imran pada Sabtu sore, 22 Agustus 2026.
Peninjauan dan pemadaman langsung di kawasan Guntung Damar, Kota Banjarbaru, tersebut dilandasi eskalasi ancaman karhutla terhadap objek vital penerbangan. Meski sempat dijadwalkan hadir, Presiden Prabowo membatalkan kunjungan lapangannya lantaran kondisi titik api di area tersebut mulai terkendali secara signifikan.
“Alhamdulillah, hari ini kita kedatangan para petinggi Polri dan petinggi TNI Angkatan Laut. Presiden RI Prabowo Subianto batal datang karena kondisi di wilayah cukup membaik, kita mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran tim gabungan yang terlibat,” ujar Gubernur Kalsel H. Muhidin usai ikut memegang backpack sprayer dan mengarahkan semprotan air ke titik api.
Menurut Muhidin, membaiknya situasi ditandai dengan tiadanya lagi operasi penyiraman udara (water bombing) menggunakan helikopter di lokasi Guntung Damar. Kendati demikian, pembasahan darat oleh tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kalsel, Manggala Agni, TNI-Polri, dan relawan tetap disiagakan secara ketat untuk mengantisipasi potensi munculnya kembali asap liar.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan, akumulasi bencana karhutla di Banua telah mencapai 1.651 kejadian dengan total 8.764 titik panas (hotspot), menyapu area seluas 6.905 hektare.
Guna merespons besarnya dampak lingkungan ini, Presiden Prabowo telah membagi pemetaan tanggung jawab komando satgas di tingkat regional:
-
Kalimantan Selatan: Ditangani KSAL Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali dan Astamaops Kapolri Komjen Pol. Dr. M. Fadil Imran.
-
Kalimantan Barat: Dikelola langsung oleh Panglima TNI dan Kapolri.
-
Kalimantan Tengah: Ditanggungjawabi KSAD dan Wakapolri.
-
Kalimantan Timur: Dipegang oleh Wakil Panglima TNI dan Komandan Korps Brimob Polri.

Di lokasi yang sama, Kepala BPBD Kalsel Ronny Eka Saputra menegaskan bahwa strategi pemadaman terfokus pada perlindungan zona vegetasi di perimeter luar bandara guna meminimalkan risiko gangguan jarak pandang penerbangan.
Menutup keterangannya, Gubernur Muhidin kembali menyerukan imbauan tegas kepada para pemilik lahan dan masyarakat umum agar menghentikan praktik pembersihan lahan dengan cara dibakar.
“Kami meminta kepada masyarakat yang ada di luar atau di daerah yang jauh, kalau bisa jangan membakar. Kalau ingin membersihkan lahan, dilakukan dengan cara yang aman agar kebakaran tidak meluas,” pungkas Muhidin.



