PURUK CAHU — LENTERAKALIMANTAN.NET
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Murung Raya mengeluarkan peringatan keras terkait bahaya kabut asap yang masih mengancam wilayah setempat. Masyarakat diminta tidak terkecoh oleh kondisi fisik udara yang terlihat jernih, sebab paparan partikel halus PM2.5 tetap berpotensi merusak organ pernapasan, terutama pada kelompok rentan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Murung Raya, dr. Suwirman Hutagalung, menegaskan agar seluruh lini masyarakat—mulai dari pemerintah desa, tokoh adat, hingga level keluarga—tidak menganggap sepele ancaman polusi udara ini.
“Kami menghimbau kepada semua elemen masyarakat, mulai dari pemerintah desa, tokoh agama, tokoh adat, hingga keluarga di rumah, untuk tidak menganggap remeh kabut asap. Lindungi diri dan keluarga, terutama kelompok rentan,” ujar dr. Suwirman dalam keterangan resminya melalui kampanye Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS), Kamis (20/8)
Partikel mikroskopis PM2.5 dalam paparan jangka panjang dapat memicu dampak sistemik pada tubuh. Efek jangka pendek mencakup batuk, sesak napas, hingga iritasi mata dan tenggorokan. Kelompok berisiko tinggi yang menjadi prioritas perlindungan meliputi bayi, balita, anak-anak, lansia, ibu hamil, serta penderita penyakit kronis seperti asma dan gangguan jantung.
Guna menekan potensi lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), Dinkes Murung Raya merilis lima protokol wajib proteksi diri:
-
Masker Berstandar: Gunakan KN95/N95 saat keluar rumah, atau masker medis yang diganti secara berkala jika stok terbatas.
-
Pembatasan Mobilitas: Tunda kegiatan non-esensial di luar ruangan, terutama pada pagi dan sore hari saat konsentrasi asap mencapai titik tertinggi.
-
Hidrasi Optimal: Konsumsi air putih minimal 8 gelas per hari untuk menjaga kelembapan mukosa saluran pernapasan.
-
Isolasi Hunian: Tutup rapat akses udara luar (pintu, jendela, ventilasi) dan gunakan kain basah pada celah udara sebagai penyaring alami.
-
Penanganan Dini: Segera akses fasilitas kesehatan jika muncul gejala klinis berat atau batuk berkepanjangan.
Menanggapi potensi krisis kesehatan ini, seluruh puskesmas, rumah sakit, dan Unit Gawat Darurat (UGD) di wilayah Murung Raya telah disiagakan selama 24 jam penuh dengan jaminan ketersediaan logistik obat-obatan yang memadai.
“Udara yang tampak biasa belum tentu aman untuk dihirup. Mari bersama kita jaga kesehatan keluarga dan lingkungan. Jika ada keluhan, jangan tunda untuk periksa ke fasilitas kesehatan,” tegas dr. Suwirman.
Pemerintah daerah kini mengandalkan sinergi lintas sektor, termasuk jaring media massa dan perangkat desa, untuk memperluas jangkauan edukasi kesehatan ini hingga ke pelosok Murung Raya.
(Muslim)

