PURUK CAHU, LENTERAKALIMANTAN.NET –

Sinergi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Murung Raya terus bertambah di tengah terik kemarau panjang. Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Murung Raya menyalurkan bantuan paket logistik operasional untuk personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Murung Raya yang bertugas di garis depan pemadaman, Kamis, 27 Agustus 2026.

Penyerahan bantuan berlangsung di Kantor BPBD Murung Raya, Puruk Cahu. Ketua DPC Gerindra Murung Raya, Akhmad Firdaus Alamsyah, menyerahkan langsung bantuan tersebut secara simbolis kepada Kepala Pelaksana BPBD Murung Raya, Fitrianul Fahriman, dengan didampingi jajaran pengurus serta kader partai.

Akhmad Firdaus menyatakan aksi sosial ini merupakan wujud dukungan moral dan material bagi para petugas yang bertaruh nyawa menembus kobaran api dan asap pekat di lapangan.

“Mungkin nilai bantuan ini tidak sebanding dengan pengabdian dan keringat teman-teman BPBD yang berjuang menembus panas dan asap di lapangan. Namun ini adalah bentuk perhatian tulus dari seluruh pengurus dan kader Gerindra. Harapannya tim tetap kuat, semangat, dan senantiasa sehat dalam menjalankan tugas mulia ini,” ujar Firdaus di lokasi penyerahan.

Ia turut memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi dan kesiapsiagaan penuh para personel BPBD dalam menghadapi ancaman bencana iklim ekstrem di wilayah berjuluk Bumi Tana Malai Tolung Lingu tersebut.

Menanggapi dukungan tersebut, Kepala Pelaksana BPBD Murung Raya, Fitrianul Fahriman, menyambut positif inisiatif DPC Gerindra. Menurutnya, pasokan logistik ini sangat krusial untuk menjaga ketahanan fisik personel di lapangan selama proses pencegahan maupun pemadaman api.

“Kami sangat berterima kasih dan mengapresiasi langkah nyata dari DPC Gerindra Murung Raya. Bantuan ini sangat bermanfaat untuk menunjang operasional dan menjaga stamina personel kami, baik dalam upaya pencegahan maupun pemadaman Karhutla di wilayah ini,” tegas Fitrianul.

Memasuki puncak musim kemarau, kolaborasi antarelemen—mulai dari partai politik, masyarakat, hingga pemerintah daerah—menjadi kunci penting untuk menekan risiko kerusakan lingkungan serta memastikan kualitas udara di Murung Raya tetap terjaga.

(Muslim)