​KAB BANJAR LENTERAKALIMANTAN.NET

Pemerintah memperketat mitigasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan dengan memprioritaskan pembasahan (rewetting) pada 1.650 hektare kawasan gambut kritis. Langkah ini ditempuh melalui rekayasa peningkatan tinggi muka air Sungai Martapura guna menggenangi kembali lahan rawan.

​Rencana teknis tersebut disampaikan Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq, usai memimpin Apel Penanganan Karhutla di Pos Lapangan Sambang Lihum, Kabupaten Banjar, Minggu (11/10/2026).

​Hanif menjelaskan, skema pembasahan gambut mengadopsi keberhasilan metode yang sebelumnya diterapkan di kawasan Guntung Damar dan Liang Anggang. Pihaknya berkolaborasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) untuk mendistribusikan pasokan air secara masif ke titik-titik rawan.

​“Jadi di tempat kita berdiri hari ini, ini kita akan rendam. Jadi kita telah bekerja sama dengan BWS untuk menaikkan air Sungai Martapura untuk merendam kembali,” ujar Hanif.

​Operasi pembasahan gambut ini didukung penuh oleh pengerahan personel gabungan TNI, Polri, serta 350 unit usaha di Kalsel. Untuk menopang kebutuhan air di lapangan, Korem 101/Antasari menyiagakan 15 unit mobil tangki yang didampingi 30 unit mobil tangki tambahan dari konsorsium swasta.

​Selain pembasahan gambut, penanganan paralel terus berjalan pada lahan pertanian bekas panen menggunakan alat pembalik tanah dengan target penyelesaian sepekan. Pola penanganan terpadu berbasis karakteristik lahan di Kalsel ini diproyeksikan menjadi rujukan nasional bagi penanggulangan karhutla di Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan(mckalsel/lnk).