
BANJARBARU LENTERAKALIMANTAN.NET
UPTD Kebun Raya Banua meningkatkan kewaspadaan tingkat tinggi terhadap potensi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan ekstrem yang membahayakan kawasan konservasi dan koleksi tumbuhan di Banjarbaru. Langkah antisipasi ini diimbangi dengan perketatan perawatan vegetasi secara berkala.
Kepala UPTD Kebun Raya Banua, Rahmat Maidiyanto, mengungkapkan kawasan ekosistem Kebun Raya Banua sempat terpapar dampak kebakaran yang bersumber dari lahan luar yang berbatasan langsung dengan hutan kawasan.
“Terakhir terjadi di bulan Juli yang sebenarnya bukan puncak kemarau, tetapi kita mendapat kiriman dari area yang berbatasan langsung dengan hutan. Kemarin ada dapat kiriman kebakaran lagi dari area sekitar, tetapi alhamdulillah tidak merembet terlalu luas,” ujar Rahmat di kawasan Open Space Kebun Raya Banua, Banjarbaru, Rabu (14/10/2026).
Menghadapi kondisi kemarau yang dinilai lebih parah dibanding siklus 2019–2020, pengelola menerapkan berbagai strategi pemeliharaan teknis. Di antaranya perbaikan jaringan perpipaan, pengoperasian armada truk tangki secara masif, hingga teknik pembokoran tanah untuk memaksimalkan penyerapan air ke sistem perakaran.
Guna memastikan mitigasi berjalan optimal, Rahmat menginstruksikan seluruh petugas zonasi untuk meningkatkan pengawasan ekstra terhadap kondisi tanaman koleksi serta bersiaga merespons potensi rambatan titik api dari area perbatasan kawasan(mckalsel/lnk).

