BANJARBARU LENTERAKALIMANTAN.NET

Peringatan Hari Kebaya Nasional ke-3 Tahun 2026 dimaknai sebagai momentum untuk melestarikan kebaya sebagai identitas budaya bangsa sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan mental perempuan dan keluarga. Semangat tersebut diwujudkan melalui seminar kesehatan mental dan lomba fashion show kebaya yang digelar DPC Srikandi Pemuda Pancasila Banjarbaru bersama DPW Srikandi Pemuda Pancasila Kalimantan Selatan di Banjarbaru, Jumat (24/7/2026).

Ketua Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Kalimantan Selatan, Ellyana Trisya Hasnuryadi, yang membuka kegiatan tersebut mengapresiasi kolaborasi berbagai organisasi perempuan dalam menjaga eksistensi kebaya sebagai warisan budaya Indonesia.

Menurutnya, Hari Kebaya Nasional tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga pengingat pentingnya menjaga jati diri perempuan Indonesia melalui pelestarian kebaya di tengah perkembangan zaman.

“Alhamdulillah hari ini kita memperingati Hari Kebaya Nasional bersama DPC Srikandi Pemuda Pancasila Banjarbaru. Semoga kegiatan ini berjalan dengan baik dan semakin banyak perempuan yang bangga mengenakan kebaya. Antusias peserta, khususnya pada lomba fashion show, sangat luar biasa dan mudah-mudahan ke depan kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan,” ujar Ellyana.

Ia menilai kebaya kini dapat dikenakan dalam berbagai aktivitas, tidak terbatas pada acara resmi. Berbagai inovasi desain yang lebih modern dinilai mampu mendekatkan kebaya kepada generasi muda tanpa menghilangkan nilai budaya yang terkandung di dalamnya.

“Kebaya bukan hanya untuk acara formal. Sekarang banyak model yang lebih kekinian, nyaman digunakan sehari-hari, namun tetap mempertahankan identitas kebaya Indonesia. Ini menjadi salah satu cara agar budaya kita tetap hidup dan dicintai masyarakat,” katanya.

Selain pelestarian budaya, Ellyana menekankan pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental perempuan, anak, dan keluarga yang menjadi tema seminar pada kegiatan tersebut. Ia mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi psikologis orang-orang di sekitarnya dan tidak lagi menganggap masalah kesehatan mental sebagai persoalan yang sepele.

“Jangan menganggap keluhan psikologis sebagai sesuatu yang biasa atau diabaikan. Jika melihat keluarga, teman, atau orang di sekitar mengalami masalah, dampingi mereka dan arahkan untuk mendapatkan bantuan melalui tenaga kesehatan maupun layanan yang tersedia,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua DPC Srikandi Pemuda Pancasila Banjarbaru, Rahmawaty, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk sinergi antara DPC Srikandi Pemuda Pancasila Banjarbaru dan DPW Srikandi Pemuda Pancasila Kalimantan Selatan dalam mendorong perempuan menjadi pribadi yang berdaya tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya bangsa.

Ia menjelaskan, penggabungan peringatan Hari Kebaya Nasional dengan seminar kesehatan mental dilakukan agar kegiatan yang dilaksanakan tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga memberikan manfaat edukatif bagi para peserta.

“Kami ingin perempuan tidak hanya tampil anggun dengan kebaya, tetapi juga memiliki ketahanan mental yang baik dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan,” ujarnya.

Melalui kegiatan tersebut, BKOW Provinsi Kalimantan Selatan bersama Srikandi Pemuda Pancasila berharap kecintaan masyarakat terhadap kebaya sebagai identitas nasional terus tumbuh, sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan mental perempuan dan keluarga sebagai fondasi lahirnya generasi yang sehat, kuat, dan berkarakter(mckalsel/lnk).

Bagikan: