BANJARMASIN— LenteraKalimantan.net-
Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, resmi mengemban amanah sebagai Ketua Majelis Pembimbing Daerah (Mabida) Gerakan Pramuka Provinsi Kalsel masa bakti 2025–2030. Ia dilantik langsung oleh Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka, Komjen Pol. (Purn.) Budi Waseso, di Gedung Mahligai Pancasila, Banjarmasin, Sabtu (25/7/2026).
Pelantikan tersebut menandai perombakan kepengurusan Mabida Kalsel berdasarkan Surat Keputusan Kwarnas Nomor 10 Tahun 2026 yang ditetapkan pada 9 Februari 2026. Keputusan ini secara resmi memberhentikan pengurus masa bakti 2022–2027 dan mengukuhkan jajaran baru di bawah kepemimpinan Muhidin.
Dalam struktur baru ini, Muhidin didampingi 55 pengurus yang mencakup 10 wakil ketua, 3 sekretaris, dan 41 anggota. Komposisi ini melibatkan jajaran lintas sektor, mulai dari unsur pemerintah daerah, TNI, Polri, lembaga penegak hukum, BUMD, hingga mitra strategis Gerakan Pramuka.
Prosesi pengukuhan diawali dengan penghormatan Bendera Merah Putih, pembacaan ikrar, hingga pengucapan Trisatya yang dipimpin langsung oleh Budi Waseso. Penyelempangan tanda jabatan kepada Gubernur Muhidin menjadi simbol dimulainya tanggung jawab baru kepemimpinan Pramuka di Kalsel.
Dalam arahannya, Budi Waseso menegaskan bahwa agenda pelantikan tidak boleh berhenti sebagai ritus formalitas belaka. Ia menuntut kontribusi riil dari jajaran pengurus baru untuk masyarakat.
“Pelantikan ini bukan sekadar seremonial, tetapi merupakan awal dari tanggung jawab untuk menghadirkan Gerakan Pramuka yang semakin aktif, solid, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar pria yang akrab disapa Buwas tersebut.
Buwas menambahkan, kolaborasi yang solid antar-pengurus menjadi kunci agar pembinaan pemuda di Banua berjalan progresif.
“Saya berharap seluruh pengurus yang baru dilantik dapat bekerja dengan penuh dedikasi, menjaga kekompakan, serta memperkuat kolaborasi agar Gerakan Pramuka di Kalimantan Selatan semakin maju,” tegasnya.
Pengukuhan Muhidin diharapkan menjadi momentum mempererat sinergi antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dan Gerakan Pramuka. Fokus utama kepengurusan periode 2025–2030 ini menyasar pada penguatan pembinaan karakter, penanaman jiwa kepemimpinan, dan edukasi keagamaan serta kebangsaan bagi generasi muda di Kalimantan Selatan.
Agenda ini turut dihadiri oleh Sekjen Kwarnas Mayjen TNI (Purn.) Bachtiar, Ketua DPRD Kalsel H. Supian H.K., Sekda Provinsi Kalsel H. Muhammad Syarifuddin, jajaran Forkopimda, serta para bupati dan wali kota se-Kalimantan Selatan.













