​BANJARMASIN LENTERAKALIMANTAN.NET

Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Provinsi Kalimantan Selatan mematangkan arah kebijakan program kerja masa bakti 2026–2031 melalui Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) KORMI Kalsel 2026 di Banjarmasin, Sabtu (24/10/2026). Ajang konsolidasi ini diikuti 62 Induk Organisasi Olahraga (INORGA) serta perwakilan KORMI dari 13 kabupaten/kota se-Kalsel.

​Rakerprov dihadiri Gubernur Kalsel H. Muhidin yang diwakili Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kalsel Pebriadin Hapiz, bersama unsur pimpinan KONI Banjarmasin, NPCI, dan SOIna Kalsel.

​Ketua KORMI Kalsel, H. M. Syarifuddin, menegaskan perumusan agenda strategis sejak dini sangat mendesak guna menyelaraskan program daerah dengan KORMI Nasional, khususnya dalam menghadapi dua ajang utama pada 2027: Festival Olahraga Provinsi (Forprov) KORMI di Kabupaten Tapin dan Festival Olahraga Rekreasi Nasional (FORNAS) di Palu, Sulawesi Tengah.

​“Melalui rapat kerja ini, kita menyelesaikan dan mematangkan program kerja ke depan agar KORMI bisa bersinergi dengan program-program Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan maupun KORMI Nasional,” ujar Syarifuddin, Sabtu (24/10/2026).

​Ketua Pelaksana Rakerprov, Arif Rahman Hakim, menambahkan forum ini membedah kesiapan Kabupaten Tapin sebagai tuan rumah Forprov 2027 serta mengantisipasi tantangan pendanaan organisasi pasca-terbitnya Permendagri Nomor 17 Tahun 2026 tentang Pedoman Penyusunan APBD TA 2027.

​Membacakan arahan Gubernur H. Muhidin, Kadispora Kalsel Pebriadin Hapiz menginstruksikan KORMI untuk memperkuat efisiensi, akuntabilitas, dan diversifikasi pendanaan lewat kemitraan dengan dunia usaha di tengah penyesuaian alokasi fiskal daerah. Pembagian peran juga ditegaskan: KONI berfokus pada olahraga prestasi, KORMI pada partisipasi rekreasi masyarakat, dan NPCI pada pembinaan olahraga disabilitas.

(mckalsel/lnk).