MURUNG RAYA — LENTERAKALIMANTAN.NET-
Langkah Kepala Dinas Sosial Kabupaten Murung Raya, Endang, mencuri perhatian. Jauh dari kesan kaku birokrasi, Endang memilih melintasi batas formalitas dengan turun langsung berbaur dan makan bersama warga serta jajarannya di sebuah warung terbuka di kawasan Murung Raya.
Dalam suasana santai tanpa protokoler, Endang duduk berjajar di bangku kayu yang sama dengan masyarakat setempat. Momen yang berlangsung hangat itu diselingi canda dan gurauan, mencairkan sekat antara pejabat publik dan warga biasa.
Meskipun bukan agenda resmi kenegaraan, aksi spontan ini menjadi penegasan penting mengenai komitmen pelayanan publik yang inklusif. Bagi Endang, fungsi pelayanan masyarakat tidak sejatinya terbatas pada sekat ruang kerja ber AC atau meja rapat yang kaku.
“Melayani bukan cuma di ruang kerja,” ujar Endang di sela-sela kebersamaan tersebut.
Pendekatan kepemimpinan humanis ini dinilai menjadi ruang komunikasi dua arah yang lebih nyata. Dengan berbaur langsung di lapangan, Dinas Sosial dapat menyerap aspirasi serta memahami kondisi riil masyarakat secara lebih akurat dan empati.
Gaya kepemimpinan lapangan semacam ini menegaskan orientasi baru pelayan publik: seorang pemimpin tidak sekadar mengarahkan dari balik meja, melainkan hadir secara aktual sebagai bagian dari masyarakat yang dilayaninya.











