MURUNG RAYA – LENTERAKALIMANTAN.NET-

Investasi jangka panjang Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah, harus digeser dari pembangunan infrastruktur fisik menuju pembangunan manusia. Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Murung Raya, Imanudin, S.Pd.I, menegaskan perlunya mencetak generasi muda yang berani mengambil peran sebagai “Garda Revolusi” demi mengawal masa depan daerah berjuluk Bumi Tana Malai Tolung Lingu tersebut.

Hal itu disampaikan Imanudin dalam diskusi terbuka bersama Korwil Media Independen Suara Akar Rumput di Murung Raya baru-baru ini. Komisi I DPRD berkomitmen merancang cetak biru pembangunan kepemudaan guna memastikan posisi strategis kebijakan daerah di masa depan dipimpin oleh putra-putri daerah sendiri.

“Ke depan kita tidak cukup hanya mencetak anak pintar. Kita perlu mencetak anak yang berani. Berani berpikir kritis, berani bertindak, dan berani mengawal perubahan. Itulah Garda Revolusi yang kita maksud,” ujar Imanudin tegas kepada tim Suara Akar Rumput, Jumat (17/7/26).

Politisi Mura ini meluruskan konsep Garda Revolusi yang kerap disalahartikan. Menurutnya, gerakan ini sama sekali tidak berkaitan dengan konfrontasi fisik atau politik praktis, melainkan sebuah posisi taktis: berada di lini paling depan dalam menggerakkan perubahan daerah melalui empat daya ungkit utama.

Dalam diskusi tersebut, Imanudin merinci empat fondasi berpikir yang wajib dimiliki generasi penerus Murung Raya:

  • Ilmu: Berfungsi sebagai kompas untuk memahami persoalan secara jernih dan mengambil keputusan secara tepat.

  • Ketekunan: Menjadi mesin penggerak agar proses belajar dan pengabdian tidak berhenti di tengah jalan.

  • Kreativitas: Sebagai daya ungkit untuk menciptakan inovasi atas tantangan modern yang dinamis.

  • Kearifan: Menjadi penuntun moral agar setiap lompatan perubahan tetap berpijak pada nilai, adat, dan budaya lokal.

“Garda Revolusi di Bumi Tana Malai Tolung Lingu harus lahir dari rahim daerah ini. Mereka paham sejarah, paham persoalan, dan punya dedikasi untuk membangun dari dalam,” lanjutnya.

Menanggapi gagasan tersebut, pihak Korwil Media Independen Suara Akar Rumput mengingatkan bahwa visi besar ini memerlukan ekosistem yang suportif. Generasi yang kritis dan progresif dinilai tidak akan tumbuh optimal jika ruang artikulasi dan partisipasinya disumbat.

Merespons catatan kritis tersebut, Imanudin mengamini bahwa regulasi dan kebijakan anggaran harus berpihak pada pemuda. Ia memaparkan tiga langkah konkret yang saat ini tengah didorong oleh Komisi I DPRD Murung Raya:

  1. Perluasan Akses Pendidikan: Mendorong kurikulum dan fasilitas pendidikan yang adaptif terhadap kebutuhan zaman.

  2. Penguatan Pelatihan Vokasi: Memastikan lulusan usia produktif siap kerja dan siap membuka lapangan usaha secara mandiri.

  3. Pembukaan Ruang Partisipasi: Memberikan porsi keterlibatan yang lebih luas bagi pemuda di sektor kepemudaan, olahraga, kebudayaan, hingga pemberdayaan UMKM.

Langkah taktis ini ditargetkan mampu memanen hasil signifikan dalam satu hingga satu setengah dekade ke depan. DPRD Murung Raya berharap roda pemerintahan dan kebijakan strategis daerah nantinya tidak lagi bergantung pada pasokan SDM luar, melainkan digerakkan secara mandiri oleh anak bangsa yang lahir dan besar di tanah Mura.

“Kami menargetkan 10 sampai 15 tahun ke depan, yang merancang kebijakan dan menjaga marwah Murung Raya adalah putra-putri daerah sendiri. Yang berpikir solutif dan bekerja dengan integritas,” pungkas Imanudin.

(Muslim)

Bagikan: