PURUK CAHU — LENTERAKALIMANTAN.NET-
Transformasi Kabupaten Murung Raya dari kawasan yang pernah terisolasi menjadi koridor strategis di hulu Kalimantan Tengah genap berusia 24 tahun. Momen bersejarah ini ditandai dengan penegasan komitmen Pemprov Kalimantan Tengah dan Pemkab Murung Raya untuk mempercepat pengentasan kemiskinan ekstrem melalui penguatan jaminan sosial berbasis akar rumput.
Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran menekankan pentingnya sinergi program dalam amanatnya saat bertindak sebagai inspektur upacara Peringatan Hari Jadi ke-24 Kabupaten Murung Raya di halaman Kantor Bupati Murung Raya, Sabtu, 1 Agustus 2026.
“24 tahun bukan waktu yang singkat. Murung Raya telah membuktikan kemampuannya beradaptasi, membangun infrastruktur, memperkuat layanan publik, dan menjaga jati diri budaya. Ini adalah hasil kerja kolektif seluruh elemen bangsa di Tanah Malai Tolung Lingu,” tegas Agustiar di hadapan ribuan warga, unsur Forkopimda, DPRD, serta tokoh adat dan agama.
Percepatan pembangunan di wilayah berjuluk Tanah Malai Tolung Lingu ini ditopang oleh dua instrumen utama pemenuhan hak dasar warga: Program Kartu Hebat tingkat kabupaten dan Program Kartu Huma Betang Sejahtera tingkat provinsi.
Gubernur memberikan apresiasi khusus kepada Bupati Heriyus, S.E. dan Wakil Bupati Rahmanto Muhidin, S.H., M.H. atas konsistensi meluncurkan skema perlindungan sosial yang menyasar langsung sektor pendidikan, kesehatan, hingga kelembagaan adat.
Hingga Agustus 2026, capaian jangkauan Program Kartu Hebat Murung Raya mencakup:
-
Kartu Hebat Murung Raya Cerdas: 10.997 penerima
-
Kartu Hebat Sehat Plus: 11.370 penerima
-
Kartu Hebat Mahasiswa dan Santri: 1.630 penerima
Tidak hanya menyasar sektor pendidikan dan kesehatan dasar, pemkab juga memperkuat instrumen penggerak ekonomi desa lewat Kartu Hebat UMKM berbasis subsidi suku bunga guna memperluas akses permodalan dan daya saing usaha mikro. Kesejahteraan aparatur pendukung sosial-budaya turut ditingkatkan lewat penyesuaian tunjangan bagi 735 aparatur adat (Damang, Mantir, RT/RW) serta 237 tokoh agama (penghulu, pendeta, pastor, guru ngaji, dan guru Sekolah Minggu).
Di tingkat regional, interkoneksi program diperkuat lewat penyaluran Kartu Huma Betang Sejahtera milik Pemprov Kalteng yang memadukan bantuan tunai, jaminan kesehatan, operasi pasar pangan murah, serta beasiswa pendidikan.
Dari total 11.007 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Murung Raya yang terdata, sebanyak 10.198 KPM telah melalui tahap verifikasi dan validasi. Hasilnya, 4.903 KPM dinyatakan memenuhi syarat sebagai penerima bantuan, dengan realisasi penyaluran yang saat ini telah mencapai 4.824 kartu dan 3.652 buku tabungan.
Sinergi lintas tingkatan pemerintahan ini diarahkan untuk mendongkrak Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sekaligus memastikan pertumbuhan ekonomi tidak meninggalkan kelompok rentan.
Mengusung tema besar “Bersinergi Membangun Tanah Malai Tolung Lingu Menuju Murung Raya Maju, Mandiri, dan Sejahtera”, arah kebijakan lima tahun mendatang dipokuskan pada tiga pilar utama:
-
Pemerataan infrastruktur berkeadilan yang memperkuat konektivitas antarwilayah.
-
Penguatan ekonomi lokal berbasis sektor pertanian, perikanan, dan UMKM.
-
Pelestarian budaya serta kearifan lokal masyarakat Dayak sebagai fondasi modal sosial.
Rangkaian peringatan ulang tahun ini ditutup dengan pergelaran Malam Hiburan Rakyat di Stadion Willy M. Yoseph sebagai sarana interaksi langsung antara jajaran pejabat pemerintahan dan warga setempat.
“Pembangunan tidak akan bermakna jika tidak dirasakan langsung oleh masyarakat. Karena itu, kebijakan harus lahir dari akar rumput, untuk akar rumput,” ujar Agustiar menutup amanatnya.











