PURUK CAHU — LENTERAKALIMANTAN.NET-

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang jatuh pada 1 Oktober 2026 menjadi momentum krusial untuk memperkuat pertahanan nilai-nilai kebangsaan di ruang digital. Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfo SP) Kabupaten Murung Raya menegaskan bahwa pembentengan literasi digital berbasis Pancasila kini menjadi kunci utama menjaga keutuhan masyarakat dari ancaman disinformasi.

Kepala Diskominfo SP Kabupaten Murung Raya, Dr. Yulianus, menyampaikan  penguatan nilai-nilai dasar negara harus diintegrasikan langsung ke dalam tata kelola informasi publik. Langkah ini mendesak dilakukan guna mengantisipasi maraknya penyebaran berita bohong (hoaks) yang berpotensi merusak sendi persatuan.

“Hari Kesaktian Pancasila harus dimaknai sebagai momentum untuk memperkuat literasi digital yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila serta menangkal hoaks dan disinformasi yang dapat memecah belah persatuan,” ujar Dr. Yulianus, mewakili seluruh jajaran Pemkab Murung Raya, Kamis (1/10/2026).

Peringatan tahun ini mengusung tema nasional “Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.” Menurut Yulianus, tema tersebut menggarisbawahi peran Pancasila sebagai fondasi utama menjaga keberagaman, terutama di tengah derasnya arus komunikasi modern yang serba cepat.

Guna mewujudkan semangat tersebut di tingkat daerah, Diskominfo SP Murung Raya berkomitmen mengoptimalkan peran sebagai penyedia informasi publik yang tepercaya. Penguatan keterbukaan informasi yang edukatif dan akurat dinilai sebagai instrumen vital dalam merawat keharmonisan hubungan antara pemerintah dan masyarakat.

“Melalui semangat Pancasila, Diskominfo SP Murung Raya berkomitmen menghadirkan layanan informasi publik yang akurat, edukatif, dan pemersatu demi terwujudnya Murung Raya yang informatif dan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur,” tuturnya.

Langkah ini sejalan dengan upaya memperkuat sinergi media lokal dan elemen akar rumput sebagai mitra strategis silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat daerah.

(Muslim)