PURUK CAHU — LENTERAKALIMANTAN.NET Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Murung Raya mengambil langkah strategis memperkuat ketahanan ekonomi akar rumput. Melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3ADALDUKKB), pemkab menggembleng kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA) dengan pelatihan intensif terkait pemasaran digital dan pengemasan produk modern.

Pelatihan penguatan kapasitas tersebut digelar di Aula Balai Pelatihan dan Pengembangan (Ballatbang) Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Tengah, Selasa (3/12/2026). Kegiatan ini resmi dibuka oleh Kepala DP3ADALDUKKB Kabupaten Murung Raya, Firman Prihatin, yang hadir mewakili Bupati Murung Raya, Heriyus.

Forum ini turut dihadiri oleh jajaran narasumber, fasilitator, unsur perangkat daerah terkait, serta puluhan pengurus dan anggota kelompok UPPKA setempat.

Dalam arahannya, Firman Prihatin mengapresiasi dukungan penuh Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Tengah yang telah memfasilitasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menegaskan, pemberdayaan ekonomi keluarga merupakan fondasi utama dalam melahirkan masyarakat yang mandiri, sejahtera, dan berkualitas.

“Kelompok UPPKA memiliki peran strategis sebagai wadah pemberdayaan perempuan, peningkatan keterampilan, pengembangan potensi ekonomi lokal, serta penguatan ketahanan ekonomi keluarga. Beragam produk hasil kelompok UPPKA di Murung Raya menyimpan potensi besar untuk berkembang, mulai dari kuliner, makanan olahan, kerajinan, hingga produk unggulan daerah lainnya,” ujar Firman.

Kendati demikian, Firman menyoroti tantangan klasik yang kerap dihadapi pelaku usaha mikro. Menurutnya, kemampuan memproduksi barang berkualitas saja belum cukup untuk menembus persaingan pasar yang semakin ketat.

“Kita tidak boleh berhenti hanya sampai menghasilkan barang yang bagus. Kita harus mampu memasarkannya dengan baik melalui pemasaran digital lewat media sosial, serta menyempurnakan pengemasan agar produk kita memiliki nilai tambah,” tegasnya.

Selama pelatihan, para peserta dibekali materi teknis yang langsung menyasar kebutuhan pasar modern. Fokus utama pelatihan mencakup:

  • Pengemasan Modern: Desain kemasan yang menarik, higienis, aman, dan informatif.

  • Standarisasi Informasi Produk: Pencantuman label, komposisi bahan, tanggal kedaluwarsa, hingga pemenuhan syarat perizinan resmi.

  • Perluasan Pasar: Pemanfaatan platform digital dan media sosial untuk menjangkau konsumen yang lebih luas.

Langkah ini dinilai krusial untuk mendongkrak kepercayaan konsumen sekaligus mendongkrak nilai jual produk lokal Murung Raya agar mampu bersaing di luar daerah.

Sebagai bentuk komitmen jangka panjang, Pemkab Murung Raya menuntut agar program pemberdayaan ini tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata. Firman menekankan perlunya tindak lanjut yang konkret dari seluruh pemangku kepentingan.

“Saya berharap pelatihan ini tidak menjadi seremonial belaka. Harus ada tindak lanjut nyata melalui kolaborasi lintas perangkat daerah, pendampingan berkelanjutan, perluasan akses pasar, serta pembukaan peluang kemitraan agar kelompok UPPKA di Murung Raya semakin mandiri dan kompetitif,” pungkasnya.

Melalui sinergi ini, Pemkab Murung Raya optimistis produk-produk UPPKA tidak hanya mendongkrak pendapatan individu pelaku usaha perempuan, tetapi juga memperkokoh pilar kemandirian ekonomi keluarga secara menyeluruh di Bumi Tana Malai Tolung Lingu.

(Muslim)