PURUK CAHU — LENTERAKALIMANTAN.NET-
Jarak ratusan kilometer dan medan berat tak menyurutkan langkah warga pedalaman Kabupaten Murung Raya untuk mengetuk pintu wakil rakyat mereka. Dedikasi itu dibalas tunai oleh Ketua DPRD Murung Raya, Rumiadi, S.E., S.H., M.H., yang memilih menunda rencana perjalanannya demi menyerap langsung aspirasi warga desa terpencil tersebut.
Pertemuan yang berlangsung secara spontan itu memotret dinamika pelayanan publik di daerah terdepan. Warga yang datang membawa tumpukan harapan terkait percepatan pembangunan infrastruktur dan peningkatan kesejahteraan desa—dua isu krusial yang kerap menjadi ganjalan utama di kawasan pedalaman Murung Raya.
“Menerima dan melayani tamu adalah tugas utama kita. Kita perlakukan dengan baik, kita dengarkan dan tampung aspirasinya. Melayani tidak harus di kantor, di rumah maupun di jalan, baik duduk maupun berdiri, semua bisa dilakukan,” ujar Rumiadi menegaskan komitmennya, Sabtu (10/10/26)
Politikus tersebut menekankan esensi posisi sebagai wakil rakyat terletak pada keterbukaan ruang komunikasi tanpa sekat birokrasi, asal-usul, maupun status sosial. Menurutnya, respons cepat terhadap masyarakat yang telah menempuh perjalanan berat adalah bentuk penghormatan paling mendasar atas kepercayaan publik.
Langkah menunda agenda pribadi maupun kedinasan demi memprioritaskan warga pedalaman ini diharapkan dapat menjadi standar baru keterbukaan wakil rakyat di Murung Raya. Bagi Rumiadi, memperjuangkan kesejahteraan masyarakat desa bukan sekadar gugur kewajiban administratif, melainkan inti dari amanat parlemen.


