PURUK CAHU, LENTERAKALIMANTAN.NET—Memasuki usia ke-24, Kabupaten Murung Raya menegaskan transformasinya dari wilayah terisolasi di utara Kalimantan Tengah menjadi koridor ekonomi strategis. Pada puncak peringatan Hari Jadi Murung Raya yang digelar khidmat di halaman Kantor Bupati, Sabtu (1/8/2026), Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dan Pemerintah Kabupaten Murung Raya sepakat melakukan harmonisasi kebijakan untuk mempercepat pencapaian visi Murung Raya Emas 2030.

Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, yang bertindak sebagai inspektur upacara menegaskan pentingnya kolaborasi lintas pemerintah demi menjaga pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkeadilan. Menurutnya, perubahan fundamental Murung Raya pasca-pemekaran dari Kabupaten Barito Utara harus dikawal dengan jaring pengaman sosial yang solid.

“Murung Raya hari ini telah bertransformasi. Dari daerah dengan keterbatasan akses, kini kita melihatnya tumbuh menjadi simpul strategis di koridor utara Kalimantan Tengah. Pertumbuhan itu harus kita jaga agar merata dan berkeadilan,” ujar Agustiar dalam amanatnya, Sabtu (1/8/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Agustiar mengapresiasi jajaran Pemkab Murung Raya di bawah kepemimpinan Bupati Heriyus dan Wakil Bupati Rahmanto Muhidin atas konsistensi mengeksekusi Program Kartu Hebat. Program ini dinilai berhasil menyasar pemenuhan hak-hak dasar masyarakat secara presisi.

Berdasarkan data per Agustus 2026, jangkauan Program Kartu Hebat mencatatkan capaian signifikan:

  • Kartu Hebat Murung Raya Cerdas: 10.997 penerima manfaat.

  • Kartu Hebat Sehat Plus: 11.370 penerima manfaat.

  • Kartu Hebat Mahasiswa dan Santri: 1.630 penerima manfaat.

Tak berhenti pada jaminan sosial dasar, intervensi pemerintah juga menyasar sektor riil melalui skema kredit bersubsidi suku bunga bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Langkah ini dirancang untuk memperkuat daya saing ekonomi kerakyatan sekaligus menekan angka pengangguran.

Sebagai bentuk pengakuan atas tatanan sosial setempat, Pemkab Murung Raya turut menyesuaikan tunjangan operasional bagi 735 aparatur adat dan 237 tokoh agama yang berperan memelihara kerukunan serta kearifan lokal di Tanah Malai Tolung Lingu.

Guna memperkuat jaring pengaman tersebut, Pemprov Kalteng mengintegrasikan Program Kartu Huma Betang Sejahtera. Program ini menopang empat pilar utama: bantuan tunai, jaminan kesehatan, pemicu stabilisasi harga pangan murah, serta akses pendidikan.

Agustiar menekankan, sinkronisasi data penerima antara tingkat provinsi dan kabupaten menjadi kunci vital agar tidak terjadi duplikasi bantuan di lapangan.

“Dengan semangat gotong royong dan berlandaskan nilai-nilai Falsafah Huma Betang, kita satukan langkah. Target kita jelas: mewujudkan visi Murung Raya Emas 2030,” tegas Agustiar.

Memasuki dekade ketiga pascapemekaran, prioritas pembangunan Murung Raya diletakkan pada tiga pilar utama:

  1. Pemerataan Infrastruktur: Membuka aksesibilitas dan konektivitas antarwilayah secara masif.

  2. Penguatan Ekonomi Kerakyatan: Memaksimalkan potensi lokal dan kemandirian UMKM.

  3. Pelestarian Budaya: Merawat nilai kearifan lokal sebagai fondasi identitas sosial.

Upacara Hari Jadi ke-24 ini dihadiri jajaran Forkopimda, anggota DPRD, tokoh adat, tokoh agama, serta ribuan warga. Rangkaian acara ditutup dengan pesta rakyat yang melibatkan partisipasi langsung masyarakat setempat.

(Muslim)

Bagikan: