MARTAPURA LENTERAKALIMANTAN.NET Wakil Gubernur Kalimantan Selatan H. Hasnuryadi Sulaiman mengapresiasi karya penyandang disabilitas netra dan fisik dalam kegiatan “Merdeka Berkarya bagi Disabilitas Netra dan Fisik” di Panti Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Netra dan Fisik (PRSPDNF) Fajar Harapan, Martapura, Rabu (26/8/2026) malam.

Hasnuryadi menilai kesempatan untuk berkarya, berprestasi dan berekspresi harus diberikan secara setara kepada seluruh masyarakat, termasuk penyandang disabilitas. Menurutnya, keterbatasan fisik maupun netra bukan alasan untuk berhenti berkontribusi bagi masyarakat dan daerah.

“Semangat dan dukungan bersama mampu menghasilkan karya yang membanggakan,” ujar Hasnuryadi.

Kegiatan yang digelar Dinas Sosial Kalsel tersebut menjadi ruang bagi penyandang disabilitas untuk menunjukkan bakat dan kemampuan. Sejumlah penampilan disuguhkan, mulai dari pembacaan ayat suci Al-Qur’an, puisi hingga pertunjukan band.

Hasnuryadi mengatakan momentum 81 tahun kemerdekaan Indonesia harus dimaknai dengan memberikan ruang yang sama kepada seluruh masyarakat untuk tumbuh dan berkarya.

“Berikan kesempatan yang sama kepada semua pihak,” katanya.

Ia menegaskan semangat tersebut sejalan dengan tagline Pemerintah Provinsi Kalsel periode 2025–2030, yakni “Bekerja Bersama, Merangkul Semua.”

“Mari buktikan Banua memberikan ruang bagi semua kalangan untuk berkarya,” tegasnya.

Hasnuryadi juga berpesan kepada para penyandang disabilitas yang tampil agar terus mengembangkan kemampuan, berprestasi dan menjadi inspirasi bagi masyarakat.

“Teruslah berkarya, teruslah berprestasi, dan teruslah menginspirasi,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kalsel Muhammad Farhanie mengatakan penyandang disabilitas bukan sekadar penerima manfaat program rehabilitasi sosial, tetapi juga memiliki peran dalam pembangunan daerah.

“Kalian bukan hanya penerima manfaat, tetapi juga pelaku pembangunan,” kata Farhanie.

Ia mendorong pembangunan di Kalsel terus diarahkan agar semakin inklusif dan ramah terhadap penyandang disabilitas. Farhanie juga meminta para peserta tidak membatasi cita-cita karena kondisi yang dimiliki.

“Jangan takut bermimpi, jangan takut berkarya, jangan takut tampil,” tuturnya.

Dalam kegiatan tersebut, Pemprov Kalsel turut menyerahkan bantuan empat unit kursi roda kepada Muammar dan Muhammad Saifi dari Banjarmasin, Alifatus Zahro dari Kabupaten Banjar, serta Anisa Nur Azizah dari Banjarbaru.

Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Hasnuryadi didampingi Ketua BKOW Kalsel drg. Hj. Ellyana Trisya Hasnuryadi dan jajaran terkait. Bantuan tersebut diharapkan dapat menunjang mobilitas sekaligus meningkatkan kemandirian penerima.

Kegiatan “Merdeka Berkarya bagi Disabilitas Netra dan Fisik” menjadi momentum untuk memperkuat komitmen terhadap pembangunan yang inklusif, sekaligus menunjukkan bahwa penyandang disabilitas memiliki potensi dan kesempatan yang sama untuk memberikan kontribusi bagi Banua(mckalsel/lnk).