
BANJARMASIN LENTERAKALIMANTAN.NET
Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan membuka tiga posko utama untuk memperkuat penanganan dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kepala Dinkes Kalsel Diauddin mengatakan, posko tersebut disiapkan untuk mendukung pelayanan sekaligus kesiapsiagaan kesehatan masyarakat, terutama warga yang terdampak paparan asap.
“Petugas pemadam di lapangan, kita kerahkan di tiga posko utama,” kata Diauddin, Kamis (27/8/2026).
Selain posko kesehatan, Dinkes Kalsel melakukan edukasi kesehatan ke sekolah dan pondok pesantren. Kegiatan tersebut juga dirangkai dengan pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang mengalami gangguan akibat paparan asap.
Dinkes turut membagikan masker sebagai langkah perlindungan untuk mengurangi risiko gangguan pernapasan akibat kualitas udara yang terdampak kabut asap.
Penanganan juga dikoordinasikan dengan Dinas Kesehatan kabupaten/kota. Pemerintah daerah didorong melakukan langkah serupa, termasuk edukasi kepada masyarakat, pembagian masker serta meningkatkan kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan.
Menurut Diauddin, kesiapan puskesmas terus diperkuat dengan memastikan ketersediaan oksigen, masker dan tenaga kesehatan.
Sementara itu, kondisi di rumah sakit tetap dipantau untuk mengantisipasi peningkatan kasus gangguan pernapasan. Hingga Kamis, belum terlihat peningkatan signifikan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang berdampak terhadap kapasitas pelayanan rumah sakit.
Diauddin menegaskan, upaya penanganan dampak kabut asap akan terus dilakukan selama kondisi udara masih berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat(mckalsel/lnk).

