BANJARMASINLENTERAKALIMANTAN.NET-

Halaman Balai Kota Banjarmasin mendadak riuh pada Rabu, 26 Agustus 2026. Ratusan warga Alalak Tengah mendatangi pusat pemerintahan tersebut untuk menyuarakan aspirasi mereka. Mengantisipasi potensi kerawanan, Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Riza Muttaqin turun langsung ke lapangan memimpin pengawalan aksi demi memastikan penyampaian pendapat berjalan tertib.

Langkah memimpin langsung pengamanan di tengah barisan massa ini diambil Polresta Banjarmasin untuk mengedepankan pendekatan persuasif. Kehadiran jajaran kepolisian di tengah pergerakan masyarakat menjadi jaminan atas hak berpendapat sekaligus perlindungan keamanan bagi seluruh pihak.

“Pengamanan ini kami lakukan dengan mengedepankan pendekatan humanis, yang tujuannya agar pelaksanaan penyampaian aspirasi dapat berjalan aman dan kondusif,” tegas Riza di lokasi kejadian, Rabu (26/8/2026).

Alumni Akademi Kepolisian (Akpol) 2003 tersebut menjelaskan bahwa fokus utama aparat tidak hanya menjaga ketertiban umum, tetapi juga melindungi para demonstran. Menurutnya, kepolisian berkewajiban menjamin ruang kebebasan berekspresi di muka umum tanpa mengorbankan keselamatan warga lain maupun mengganggu stabilitas kota.

Sikap humanis yang ditunjukkan personel di lapangan menjadi instrumen kunci untuk meredam potensi gesekan selama unjuk rasa berlangsung. Dengan pengawalan ketat namun inklusif, arus massa tetap terkendali hingga penyampaian aspirasi selesai.

Di akhir pengawalannya, Perwira Menengah Polri tersebut menegaskan komitmen kepolisian dalam mengayomi masyarakat lokal melalui falsafah daerah.

“Kayuh Baimbai Jaga Banua, Bersama Kita Wujudkan. Polresta Banjarmasin hadir mengawal jalannya aksi dengan tetap menjaga kondusivitas daerah,” ujar Riza.