MARTAPURA LENTERAKALIMANTAN.NET
Wakil Gubernur Kalimantan Selatan H. Hasnuryadi Sulaiman menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus Haul ke-20 KH. Abdussyukur bin Badrun di Pondok Pesantren Takhassus Darussalam, Jalan Tanjung Rema, Martapura, Kabupaten Banjar, Selasa (18/8/2026) malam.
Kehadiran Hasnuryadi menjadi bentuk penghormatan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terhadap kiprah ulama sekaligus momentum memperkuat sinergi pemerintah, pesantren, ulama, dan masyarakat.
Acara tersebut turut dihadiri Bupati Banjar Saidi Mansyur, Wakil Bupati Banjar H. Said Idrus Al-Habsyie, mantan Gubernur Kalsel periode 2005–2015 H. Rudy Ariffin, sejumlah habaib dan ulama, serta jamaah yang memadati lokasi kegiatan.
Dalam sambutannya, Hasnuryadi mengajak masyarakat menjadikan peringatan Maulid Nabi dan haul sebagai momentum meningkatkan keimanan dan ketakwaan sekaligus memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW.
“Atas nama Pemerintah Provinsi, tentunya kami menyampaikan terima kasih yang tak terhingga kepada para habaib dan alim ulama yang selalu membimbing kami serta memberikan teladan kepada kami,” ujar Hasnuryadi.
Menurutnya, pondok pesantren dan ulama memiliki peran strategis dalam kehidupan masyarakat. Pesantren tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu agama, tetapi juga berperan mencetak guru, ulama, dan generasi yang berkontribusi dalam kehidupan sosial.
Karena itu, ia berharap hubungan pemerintah dan ulama terus diperkuat untuk mendukung pembangunan Kalimantan Selatan yang religius, harmonis, dan menjunjung kebersamaan.
“Semoga dengan kecintaan kita kepada Rasulullah SAW, kita dapat terus menjalankan apa yang telah diajarkan oleh beliau melalui para habaib, para alim ulama, dan guru-guru agama sebagai bekal kita kelak di akhirat,” katanya.
Hasnuryadi juga menyampaikan doa bagi keluarga dan keturunan KH. Abdussyukur bin Badrun. Menurutnya, banyak keturunan dan murid almarhum yang kemudian menjadi guru serta ulama. Hal itu menunjukkan warisan ilmu dan keteladanan KH. Abdussyukur terus memberikan manfaat bagi masyarakat.
Haul ke-20 tersebut sekaligus menjadi momentum mengenang perjalanan hidup KH. Abdussyukur, yang dikenal sebagai ulama alim, fakih, wara’, dan zuhud. Lahir di Kampung Melayu, Martapura, pada 25 Juni 1930, ia menempuh pendidikan keagamaan di antaranya di Diniyyah Izharil Ulum dan Madrasah Darussalam Martapura.
KH. Abdussyukur kemudian dipercaya memimpin Pondok Pesantren Darussalam Martapura pada 1992–2007. Kiprahnya turut memperkuat peran lembaga pendidikan tersebut dalam mencetak ulama dan cendekiawan muslim.
Dalam tausyiahnya, KH. Muhammad Syarif Busthomi atau Guru Oton juga mengingatkan para santri agar tidak berhenti menuntut ilmu dan terus memiliki semangat untuk berusaha.
“Raih ilmu itu sebanyak-banyaknya. Jangan dicukup-cukup,” ujarnya.
Guru Oton turut mengenang kontribusi Abdussamad Sulaiman HB atau Haji Leman terhadap Masjid Darussalam. Ia mengajak jamaah mendoakan agar amal jariah almarhum terus mengalir.
Peringatan Maulid Nabi dan Haul ke-20 KH. Abdussyukur diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan mengenang jasa ulama, tetapi menjadi momentum meneruskan nilai keilmuan, keteladanan, dan pengabdian kepada masyarakat.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan juga menegaskan pentingnya menjaga kebersamaan antara pemerintah, ulama, pesantren, dan masyarakat dalam membangun Banua yang religius dan harmonis(adpim/lnk).

