BANJARBARU LENTERAKALIMANTAN.NET Satuan Tugas (Satgas) Udara Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Kalimantan Selatan mengoperasikan tiga armada helikopter *water bombing* berkapasitas jumbo guna menanggulangi titik api di wilayah yang tak terjangkau Satgas Darat. Langkah ini diambil seiring catatan BPBD Kalsel yang merekam lebih dari 1.600 kejadian karhutla dengan estimasi luas area terbakar mencapai 6.900 hektare hingga Jumat (21/8/2026).

Kepala Subbid Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, memaparkan bahwa pemadaman udara difokuskan untuk mengamankan objek vital nasional, khususnya Ring 1 Bandara Internasional Syamsudin Noor demi menjaga keselamatan penerbangan.

> “Tim Satgas Udara melalui helikopter *water bombing* dan patroli memantau titik-titik api yang belum terjangkau jalur darat. Setelah ditemukan, lokasi tersebut dieksekusi dengan *water bombing* dan dikoordinasikan ke satgas kabupaten/kota setempat,” ujar Ariansyah di Posko Satgas Udara FASI Syamsudin Noor, Banjarbaru, Sabtu (22/8/2026) pagi.

| Jenis Armada Udara | Registrasi | Kapasitas Air | Kecepatan Jelajah | Endurance |

| MI-8AMT | RA-22834 | 4.000 Liter | 140 Knot | 5 Jam |

| UH-60L | N711BF | 4.000 Liter | 120 Knot | 5 Jam |

|AS332C1 Super Puma| PK-DAN | 4.000 Liter | 90 Knot | 4,5 Jam |

| Bell 206 Jet Ranger | Patroli Udara | – | – | – |

|C208B-EX | Pesawat Patroli | – | – | – |

Ariansyah mengonfirmasi bahwa kekuatan Satgas Udara dipastikan bakal semakin solid seiring rencana kedatangan tambahan satu unit helikopter *water bombing* dari Pekanbaru pada Minggu (23/8/2026).

Di tengah kondisi kemarau dan potensi hujan yang masih minim, BPBD Kalsel terus memperkuat sinergi pemadaman darat-udara seraya mengimbau warga untuk segera melapor jika menemukan titik api baru dan senantiasa memakai masker guna menghindari papara

n kabut asap.