BANJARMASIN, LENTERAKALIMANTAN.NET —

Ancaman bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) akibat kemarau panjang makin menggentingkan Kalimantan Selatan. Sebagai upaya ikhtiar batin di luar operasi pemadaman darat dan udara, ratusan prajurit, PNS, dan Persit KCK Koorcabrem 101/Antasari menggelar Salat Istisqa di halaman Masjid Miftahul Jannah, Kompleks Korem 101/Antasari, Banjarmasin, Jumat (28/8/2026).

Langkah spiritual ini diambil di tengah meningkatnya ekskalasi titik api yang mulai melumpuhkan sektor kesehatan hingga ekonomi masyarakat setempat. Danrem 101/Antasari Brigadir Jenderal TNI Ilham Yunus menegaskan bahwa ibadah memohon hujan ini menjadi pendamping atas ikhtiar fisik personel gabungan di lapangan yang terus berjibaku melawan kobaran api.

“Hari ini kita melaksanakan Salat Istisqa sebagai bentuk ikhtiar batin dan munajat kepada Allah SWT agar diberikan hujan yang membawa manfaat dan keberkahan bagi masyarakat Kalimantan Selatan,” ujar Ilham Yunus usai pelaksanaan salat.

Berdasarkan data Korem 101/Antasari, eskalasi karhutla terbesar saat ini terkonsentrasi di tiga kawasan utama: Kabupaten Banjar, Kabupaten Tanah Laut, dan Kota Banjarbaru. Di Banjarbaru, beberapa titik api kritis masih terus mengepul, termasuk di area Guntung Damar, Pengayuan, hingga merembet ke kawasan hutan lindung.

Dampak kemarau panjang ini dinilai tidak sekadar memicu krisis ketersediaan air bersih, tetapi juga menciptakan kabut asap yang meningkatkan risiko timbulnya Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) serta mengganggu rantai aktivitas ekonomi warga.

Ilham menjelaskan bahwa pemadaman terus dipacu oleh tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Pemerintah Daerah, BPBD, relawan, dan masyarakat. Selain pertempuran jalur darat dan dukungan udara melalui water bombing, upaya teknis seperti modifikasi cuaca serta pembuatan sumur bor di titik-titik vital kini tengah dipacu.

“Mudah-mudahan munajat kita dengan beristighfar memohon ampun dan Salat Istisqa ini dikabulkan Allah SWT, turun hujan di Kalimantan Selatan,” pungkas Ilham.

Pelaksanaan ibadah dan doa bersama ini turut dihadiri oleh ulama setempat KH. Ahmad Siwiti dan Ustadz Ilham Humaidi, serta jajaran Pimpinan Utama (PJU) Korem 101/Antasari, para Dandim, Danyonif, hingga Komandan Balak Aju Kodam XXII/Tanjungpura wilayah Banjarmasin.(Penrem 101/Antasari)