BALANGANLENTERAKALIMANTAN.NET Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan. Dalam satu hari, api melahap lahan perkebunan sawit dan karet di dua desa berbeda di Kecamatan Batumandi pada Rabu, 2 September 2026.

Titik api pertama muncul sekitar pukul 12.30 WITA di Desa Mampari. Cuaca terik dan angin kencang membuat api cepat membesar serta membakar sekitar 4,8 hektare lahan sawit milik warga. Tim gabungan yang terdiri dari Polres Balangan, Babinsa Koramil Batumandi, BPBD Balangan, BPK, relawan, dan warga lokal membutuhkan waktu hingga tiga setengah jam untuk menguasai keadaan. Api baru berhasil dipadamkan total pada pukul 16.00 WITA.

Namun, hanya berselang 30 menit setelah penanganan di lokasi pertama, titik api baru terdeteksi pada pukul 16.30 WITA di Desa Banua Hanyar. Kali ini, si jago merah membakar kawasan perkebunan karet warga. Tim gabungan langsung bergerak ke lokasi kedua dan berhasil memadamkan kobaran api pada pukul 17.40 WITA sebelum meluas ke permukiman.

Kabag Ops Polres Balangan AKP Popo Hartopo, S.H., yang memimpin langsung operasi pemadaman, menyatakan bahwa kesigapan respons lintas instansi menjadi kunci utama penanganan karhutla di dua titik tersebut.

“Polres Balangan selalu siap dan sigap dalam merespons setiap kejadian kebakaran hutan dan lahan. Kami akan terus bersinergi dengan TNI, pemerintah daerah, BPBD, BPK, relawan, dan seluruh elemen masyarakat untuk melakukan upaya pemadaman serta mencegah agar kebakaran tidak semakin meluas,” kata Popo mewakili Kapolres Balangan, Rabu, 2 September 2026.

Popo menuturkan, risiko kebakaran meningkat signifikan akibat kondisi cuaca panas yang melanda wilayah Balangan dalam beberapa waktu terakhir. Ia mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan. Apabila melihat atau mengetahui adanya titik api maupun kebakaran lahan, segera laporkan kepada pihak terkait agar dapat segera dilakukan penanganan,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, kepolisian masih mendalami penyebab pasti memicu timbulnya api di kedua lokasi perkebunan tersebut..