PURUK CAHU — LENTERAKALIMANTAN.NET-
Pemerintah Kabupaten Murung Raya mengambil langkah darurat menyusul memburuknya kualitas udara yang telah menembus level berbahaya. Dinas Kesehatan (Dinkes) Murung Raya resmi mengoperasikan layanan Rumah Oksigen Gratis mulai Selasa, 15 September 2026, guna memberikan pertolongan pertama bagi warga yang terpapar kabut asap pekat.
Layanan medis darurat ini disebar di empat titik strategis pusat Kota Puruk Cahu agar warga yang mengalami gangguan pernapasan dapat mengakses bantuan medis secepat mungkin tanpa dibebani syarat rujukan atau biaya.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Murung Raya, dr. Suwirman Hutagalung, menegaskan bahwa penyediaan fasilitas ini merupakan langkah mendesak demi melindungi keselamatan jiwa masyarakat dari bahaya paparan polusi udara.
“Ya, terkait dengan rumah oksigen itu disiapkan untuk masyarakat yang memang ingin untuk terapi oksigen. Itu memang gratis,” ujar dr. Suwirman saat dikonfirmasi di ruang kerjanya.
Untuk menjamin kecepatan penanganan, Dinkes membagi titik pelayanan di empat fasilitas vital Kota Puruk Cahu:
-
Puskesmas Puruk Cahu
-
RSUD Puruk Cahu
-
Kantor PMI Murung Raya
-
Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Murung Raya
Masyarakat yang mulai merasakan gejala keluhan saluran pernapasan—seperti sesak napas, batuk persisten, pusing, hingga iritasi tenggorokan—diimbau untuk langsung mendatangi salah satu dari empat lokasi tersebut tanpa menunda.
Berdasarkan pemantauan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Murung Raya selama 48 jam terakhir, tren konsentrasi polutan menunjukkan peningkatan tajam hingga menyentuh ambang batas berbahaya. Kondisi ini secara langsung meningkatkan lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di tengah masyarakat.
Menanggapi potensi krisis kesehatan tersebut, dr. Suwirman menggarisbawahi pentingnya langkah pencegahan mandiri dari sisi masyarakat.
“Yang pasti harapan kita masyarakat tetap lebih siaga juga terkait dengan kepatuhan memakai masker, karena itu sangat penting untuk mengurangi angka kejadian ISPA, penyakit-penyakit ISPA yang disebabkan oleh kabut asap itu sendiri,” jelas dr. Suwirman.
Di samping menyiagakan terapi oksigen, Dinkes juga menerjunkan tim promosi kesehatan ke berbagai pusat keramaian Puruk Cahu untuk membagikan masker sekaligus melakukan edukasi lapangan. Dalam giat tersebut, petugas mendapati masih maraknya warga yang menjalankan aktivitas di luar ruangan tanpa pelindung pernapasan.
Guna mengatasi kendala ketersediaan APD dasar, Dinkes menyediakan stok masker gratis yang dapat diakses langsung oleh masyarakat di Kantor Dinas Kesehatan. Meski demikian, kesadaran mandiri tetap menjadi kunci utama mitigasi.
“Kalau masker itu sendiri sebenarnya boleh, silakan datang ke Dinas Kesehatan. Akan tetapi, masyarakat juga boleh secara aktif menyiapkan untuk dirinya sendiri,” pungkas dr. Suwirman.
Sebagai imbauan pencegahan tambahan, Dinkes menginstruksikan warga untuk membatasi aktivitas di luar rumah, mengonsumsi air putih dalam jumlah cukup, serta segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami penurunan kondisi fisik.


