KOTABARU, LENTERAKALIMANTAN.NET — Rotasi kepemimpinan kembali bergulir di Polres Kotabaru, Kalimantan Selatan. Empat posisi strategis resmi berganti pejabat dalam upacara serah terima jabatan dan pengambilan sumpah di Lapangan Apel Mapolres Kotabaru pada Jumat, 4 September 2026.M

Dalam amanatnya, Kapolres Kotabaru Ajun Komisaris Besar Ade Harri Sistriawan menekankan bahwa pergantian ini bukan sebatas rutinitas administratif, melainkan penyegaran organisasi demi memperkuat responsibilitas Polri di lapangan. Ia memberikan perhatian khusus pada ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta pengamanan wilayah pesisir.

“Jadilah pemimpin yang hadir, yang mampu memberikan solusi, bukan sekadar memberikan perintah,” tegas Ade Harri di hadapan peserta upacara, Jumat.

Daftar pejabat yang menduduki posisi baru dalam mutasi ini meliputi:

  • IPTU M. Rifani dilantik sebagai PS Kasat Polairud.

  • IPTU Trias Shofwan mengemban posisi PS Kapolsek Kelumpang Selatan.

  • IPDA Yogo Dwi Cahyono resmi menjabat PS Kapolsek Pulau Sebuku.

  • IPTU Ristanto Yulihadi menduduki posisi PS Kasikum Polres Kotabaru.

Sementara itu, pejabat lama Kasat Polairud Polres Kotabaru, AKP Mohammad Zaini, mendapat promosi tugas baru di Direktorat Polairud Polda Kalimantan Selatan. Ade Harri mengapresiasi loyalitas dan dedikasi Zaini selama mengawal pengamanan wilayah perairan Kotabaru.

Instruksi Khusus: Karhutla dan Wilayah Pesisir

Mengingat wilayah Kotabaru yang masuk musim kemarau, Ade Harri menginstruksikan seluruh jajaran—khususnya para Kapolsek baru—untuk menempatkan penanganan karhutla sebagai prioritas utama. Langkah mitigasi mulai dari patroli area rawan, pemantauan titik panas (hotspot), sosialisasi ke masyarakat dan perusahaan, hingga kesiapan alat pemadam wajib dimaksimalkan.

Ia juga menegaskan tidak akan mentoleransi tindakan pembakaran lahan yang disengaja.

“Penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan harus dilakukan secara tegas dan tidak pandang bulu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Jadikan penanganan karhutla sebagai atensi dan prioritas utama. Jangan ada yang lengah,” ujar Ade.

Selain penanganan karhutla, arahan spesifik ditujukan kepada pimpinan baru Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) untuk memperketat patroli di wilayah perairan dan menjalin komunikasi intensif dengan masyarakat pesisir serta nelayan. Adapun untuk fungsi Hukum (Kasikum), pembinaan difokuskan pada peningkatan kualitas bantuan dan pelayanan hukum bagi internal personel.

Upacara penyegaran struktur organisasi ini diikuti oleh Pejabat Utama (PJU), para Kapolsek jajaran, personel Polres Kotabaru, serta Pengurus Bhayangkari Cabang Kotabaru. Perombakan ini diharapkan mempercepat peningkatan kualitas pelayanan publik Polri yang berintegritas, profesional, dan humanis di wilayah hukum Kotabaru.