BATULICINLENTERAKALIMANTAN.NET Dua pelajar SMPN 1 Simpang Empat, Luna Meylani Sadin dan Ahmad Reyhan Saupi Saputra, bersiap membawa nama Kalimantan Selatan ke ajang Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat nasional pada akhir September 2026. Menghadapi kompetisi cabang pantomim tingkat SMP tersebut, keduanya harus melakoni persiapan unik: berlatih jarak jauh via panggilan video (video call) demi mempertajam ekspresi dan kekompakan gerakan.

Tantangan fisik dan teknis tak menghalangi semangat duo ini. Lantaran pelatih mereka berdomisili di luar Kabupaten Tanah Bumbu, sesi latihan rutin digelar setiap sore secara virtual. Seluruh olah tubuh, gesture, hingga mimik muka disempurnakan melalui layar ponsel sebelum rekaman penampilan resmi dikirimkan ke panitia pusat pada akhir September.

Untuk FLS3N tahun ini, panitia mengusung tema umum “Bersahabat dengan Laut”. Bagi Luna dan Reyhan, menyampaikan gagasan ekologis serta narasi emosional tanpa satu kata pun menjadi ujian kreativitas tersendiri.

“Persiapannya kami lakukan sebaik mungkin. Kami juga minta dukungan dari teman-teman, sekolah, guru, keluarga, dan semuanya. Semoga kami bisa tampil maksimal,” ujar Luna.

Bagi kedua pelajar ini, panggung nasional bukanlah wilayah asing. Jejak seni mereka sudah terukir sejak duduk di kelas 4 sekolah dasar, hingga berhasil menyabet medali emas tingkat nasional pada 2024 setelah menyapu bersih juara di tingkat kecamatan. Rekam jejak tersebut melatih kedisiplinan dan mental bertanding mereka.

“Semoga kami bisa memberikan penampilan yang terbaik dan hasilnya juga bagus, sehingga bisa membanggakan daerah,” kata Reyhan, menegaskan bahwa pengalaman terdahulu menjadi bekal penting menghadapi ketatnya persaingan tahun ini.

Darah seni yang mengalir pada diri Luna juga dipengaruhi lingkungan keluarga. Dua kakak kandungnya, Lena dan Leni, telah lebih dulu menekuni dunia pantomim hingga berkesempatan tampil di mancanegara. Inspirasi tersebut memicu konsistensi Luna untuk terus mengasah minat di bidang seni pertunjukan bisu ini.

Langkah perjuangan Luna dan Reyhan mendapat apresiasi dan dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu. Bupati Andi Rudi Latif menginstruksikan Dinas Pendidikan setempat untuk memfasilitasi dan menunjang seluruh kebutuhan persiapan kedua siswa. Perhatian ini ditujukan untuk memberi ruang seluas-luasnya bagi generasi muda dalam mengembangkan potensi non-akademik.

Kepala Dinas Pendidikan Tanah Bumbu melalui Plt. Kabid SMP, Mutawally, menegaskan rasa bangga atas pencapaian yang diraih perwakilan daerahnya.

“Kami sangat bangga dan mengapresiasi setinggi-tingginya atas prestasi gemilang yang diraih oleh siswa kita. Keberhasilan menjadi juara dan mewakili Provinsi Kalimantan Selatan di tingkat nasional dalam ajang lomba pantomim ini adalah bukti nyata potensi, bakat, serta kerja keras yang luar biasa dari peserta didik, guru pendamping, dan dukungan orang tua,” tutur Mutawally.

Ia menambahkan, pencapaian ini diharapkan memicu peningkatkan kualitas pembinaan karakter dan seni anak di Tanah Bumbu. “Prestasi ini tidak hanya mengharumkan nama Kabupaten Tanah Bumbu, tetapi juga menjadi motivasi bagi seluruh siswa di daerah kita untuk terus berani berkarya dan berprestasi di tingkat nasional. Dinas Pendidikan Tanah Bumbu berkomitmen untuk terus mendukung perkembangan bakat, seni, dan karakter anak-anak kita agar semakin berdaya saing,” lanjutnya.

Pihak sekolah pun mengapresiasi sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga pendidikan dalam mengawal talenta siswa. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMPN 1 Simpang Empat, Nor Hekmah, menyampaikan bahwa kesempatan berkarya menjadi kunci utama berkembangnya bakat anak didik.

“Terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu, khususnya Dinas Pendidikan, yang sudah memberikan dukungan kepada anak-anak kami. Semoga perhatian dan pembinaan seperti ini terus berkembang, sehingga semakin banyak potensi siswa yang bisa dibina sampai berprestasi,” pungkas Nor Hekmah.