TANAH LAUTLENTERAKALIMANTAN.NET-

Kapolres Tanah Laut AKBP Ricky Boy Siallagan menginstruksikan seluruh personilnya untuk memperketat perlindungan diri saat bertugas di lapangan, khususnya di tengah ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta paparan kabut asap. Selain keselamatan fisik, Ricky juga menegaskan bakal menindak keras anggota yang terlibat pelanggaran internal, mulai dari judi online (judol), pinjaman online (pinjol) ilegal, hingga narkotika.

Arahan krusial tersebut disampaikan Ricky saat memimpin Apel Pagi Jam Pimpinan di halaman Mapolres Tanah Laut, Kalimantan Selatan, Senin (14/9/2026).

Ricky menyoroti tingginya risiko kesehatan bagi personel yang berada di garda terdepan penanganan karhutla dan pengaturan lalu lintas di area terdampak kabut asap. Ia mewajibkan seluruh anggota menggunakan alat pelindung diri secara disiplin.

“Personel diminta untuk selalu menggunakan masker dan memperhatikan kondisi kesehatan selama bertugas di lokasi yang terdapat paparan asap,” tegas Ricky. Langkah ini dinilai mutlak agar pelayanan kepolisian tetap berjalan optimal tanpa mengorbankan keselamatan anggota.

Di sisi lain, Ricky menggarisbawahi pentingnya menjaga integritas institusi. Ia menekankan bahwa reputasi Polri berakar dari perilaku harian tiap personel, bukan sesuatu yang bisa diperbaiki secara instan.

“Nama baik tidak dapat dibeli dengan uang. Semua ini merupakan hasil kerja keras kita bersama dalam berbagai hal, termasuk melalui kolaborasi dan sinergi dengan seluruh instansi terkait,” ujarnya.

Sikap humanis, responsif, dan profesional, kata dia, harus menjadi standar wajib saat melayani masyarakat. Bersamaan dengan itu, ia melarang keras seluruh jajaran menyentuh praktik-praktik ilegal yang merusak citra Korps Bhayangkara.

“Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, berikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, jaga kesehatan dan keselamatan, serta jangan melakukan pelanggaran yang dapat merusak diri sendiri maupun nama baik institusi,” kata Ricky.

Mengakhiri arahannya, Ricky mengajak seluruh jajaran untuk mengawali setiap pelaksanaan tugas dengan landasan spiritual dan mental yang positif. Menurutnya, rasa syukur merupakan fondasi utama dalam membangun profesionalisme dan soliditas antar-instansi.

“Marilah kita senantiasa mengawali hari dengan mengingat hal-hal baik yang masih dititipkan Tuhan kepada kita. Dengan begitu, kita dapat memulai hari dan melaksanakan tugas dengan lebih baik,” tuturnya.

source : humresta

jurnalis: yudha