
MURUNG RAYA — LENTERAKALIMANTAN.NET
Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Murung Raya (Mura) pada musim kemarau tidak hanya menjadi urusan instansi penanggulangan bencana. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Murung Raya kini mengambil posisi garda depan dalam mengedukasi publik demi mengantisipasi bahaya asap yang mengintai kesehatan warga.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Murung Raya, Ernawati, menegaskan lembaganya memiliki tanggung jawab moral untuk mengikis risiko karhutla melalui edukasi literasi dan imbauan aktif kepada masyarakat. Menurutnya, pencegahan karhutla harus melibatkan lintas sektor karena dampaknya yang langsung merusak kualitas hidup masyarakat.
“Kami dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Murung Raya juga turut ambil bagian menyampaikan imbauan kepada seluruh masyarakat untuk bersama-sama mencegah terjadinya karhutla. Selain itu, kami mengajak masyarakat untuk mengantisipasi berbagai gangguan kesehatan yang dapat timbul akibat kabut asap,” ujar Ernawati,Rabu (23/9)
Kekhawatiran utama dari maraknya pembakaran lahan adalah menurunnya kualitas udara secara drastis. Ernawati menyoroti potensi lonjakan penyakit respirasi dan gangguan fisik lainnya yang mengincar kelompok rentan jika kabut asap meluas.
“Kabut asap akibat karhutla dapat memicu berbagai penyakit, seperti Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), iritasi mata, kulit, serta gangguan kesehatan lainnya, terutama bagi anak-anak dan lansia,” tegasnya.
Untuk menekan risiko bahaya tersebut, Ernawati mendesak warga agar menghentikan praktik pembakaran hutan dan lahan secara sembarangan serta lebih disiplin menjaga kelestarian lingkungan.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk segera mengambil langkah mitigasi mandiri, seperti menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan ketika udara memburuk dan menerapkan pola hidup sehat secara konsisten.
(Muslim)

