
Wakil Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Murung Raya, H. Johansyah, S.E., M.I.P.,
PURUK CAHU — LENTERAKALIMANTAN.NET-
Wakil Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Murung Raya, H. Johansyah, S.E., M.I.P., mengeluarkan peringatan serius kepada seluruh masyarakat di Bumi Tana Malai Tolung Lingu agar meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman penyakit demam di tengah fluktuasi cuaca ekstrem yang melanda wilayah tersebut.
Himbauan ini disampaikan menyusul pola cuaca tidak menentu yang ditandai dengan peralihan ekstrem antara terik panas matahari dan curah hujan tinggi yang kerap datang secara tiba-tiba dalam sepekan terakhir.
“Curah hujan di musim kemarau akan lebih sering datang secara tiba-tiba. Panas terik di siang hari, hujan deras di sore hari. Perubahan inilah yang membuat daya tahan tubuh menurun dan demam mudah menyerang,” ujar Johansyah saat dikonfirmasi di Puruk Cahu, Minggu (8/11).
Menurut politisi senior tersebut, kondisi klimatologis yang labil menciptakan ekosistem ideal bagi proliferasi vektor penyakit, terutama nyamuk dan virus pemicu demam berdarah. Genangan air sisa hujan pada wadah terbuka seperti kaleng bekas, ban bekas, serta bak penampungan yang tidak steril dinilai berpotensi menjadi sarang perkembangbiakan nyamuk dalam waktu singkat.
Dalam tinjauannya, Johansyah memberikan atensi khusus terhadap kelompok demografi yang memiliki kerentanan tinggi, yakni anak-anak dan warga lanjut usia (lansia). Kedua kelompok ini dinilai paling rentan mengalami penurunan imunitas akibat perubahan cuaca drastis.
Ia mengimbau para orang tua agar memperketat pengawasan terhadap kesehatan anak, memastikan asupan gizi yang seimbang, mencukupi kebutuhan cairan tubuh, serta membatasi aktivitas luar ruangan saat cuaca memburuk.
Sebagai langkah mitigasi dini, DPRD Murung Raya mendorong masyarakat dari kawasan perkotaan hingga pelosok desa untuk menggalakkan kembali gerakan pemberantasan sarang nyamuk melalui metode 3M Plus: menguras, menutup, dan mengubur barang bekas penampung air. Masyarakat juga disarankan menggunakan kelambu tidur atau losion anti nyamuk.
Johansyah turut menekankan pentingnya deteksi dini guna menghindari perburukan kondisi klinis pasien di fasilitas kesehatan.
“Jangan menunggu sampai parah. Jika demam sudah lebih dari dua hari, segera periksa. Lebih baik mencegah daripada mengobati. Lebih baik waspada daripada terlambat,” tegasnya.
Ia mengingatkan agar warga tidak ragu mendatangi Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) atau klinik terdekat apabila mengalami gejala awal seperti demam tinggi, pusing, dan lemas berkepanjangan. Mengakhiri imbauannya, Johansyah menegaskan komitmen lembaga legislatif daerah untuk terus mendampingi masyarakat tidak hanya dalam fungsi legislasi dan pengawasan, tetapi juga dalam aspek perlindungan kesehatan publik demi mewujudkan Murung Raya yang kuat dan tangguh.
(Muslim)

