TUMBANG MASAO, LENTERAKALIMANTAN.NET—

Di balik dinamika pembangunan Desa Tumbang Masao, Kecamatan Sumber Barito, Kabupaten Murung Raya, tersimpan rekam jejak panjang pengabdian seorang birokrat desa. Bagiansyah, atau yang akrab disapa Kosek Sirait, memasuki akhir masa baktinya sebagai Sekretaris Desa (Sekdes) berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS). Selama bertahun-tahun, ia menjadi figur sentral dalam tata kelola pemerintahan, pembangunan infrastruktur, hingga menjaga stabilitas keamanan desa.

Kehadiran Bagiansyah dalam struktur pemerintahan desa tidak sekadar mengisi fungsi administratif. Ketika Kepala Desa sedang bertugas di luar daerah, ia dipercaya penuh memegang kendali kepemimpinan untuk menyelesaikan berbagai persoalan krusial, termasuk penanganan isu-isu sensitif.

“Alhamdulillah, selama saya menjalankan tugas, Desa Tumbang Masao selalu dalam keadaan aman, damai, dan kondusif,” ujar Bagiansyah saat merefleksikan perjalanan karirnya, Kamis (1/10)

Sebagai pengabdi masyarakat, Bagiansyah menerapkan pendekatan proaktif. Ia konsisten hadir di tengah warga—baik dalam agenda formal, peringatan hari besar, hajatan, hingga suasana duka—tanpa memandang status sosial maupun menunggu undangan resmi. Pendekatan kultural ini dinilai efektif dalam menyerap aspirasi dan memahami karakter masyarakat pedesaan secara utuh.

Kontribusi Bagiansyah tercatat dalam sejumlah program strategis desa, mulai dari percepatan pembangunan infrastruktur fisik hingga peningkatan mutu pelayanan publik. Dedikasi tersebut menjadikan masa purna tugasnya disambut rasa kehilangan oleh warga, yang mengenalnya sebagai sosok birokrat yang sederhana, loyal, dan berjiwa sosial.

Menutup masa pengabdiannya, Bagiansyah menyampaikan apresiasi atas dukungan seluruh pihak selama ia mengemban amanah.

“Saya menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Murung Raya, Pemerintah Kecamatan Sumber Barito, seluruh pemangku kepentingan, serta tokoh masyarakat Desa Tumbang Masao yang telah memberikan kepercayaan penuh selama saya bertugas,” tuturnya.

Memasuki masa pensiun, rekam jejak Kosek Sirait meninggalkan standar pelayan publik di tingkat akar rumput: menegaskan bahwa jabatan pemerintahan adalah instrumen untuk melayani masyarakat, bukan untuk dilayani.

(Muslim)