MURUNG RAYA- LENTERAKALIMANTAN.NET —
Pemerintah Desa Konut, Kecamatan Tanah Siang, Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah, terus mengintensifkan program pencegahan gizi buruk melalui pelayanan Posyandu rutin dan intervensi spesifik berupa pembagian susu stunting setiap bulan. Langkah terpadu ini difokuskan pada pengawalan 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) guna mendukung target capaian Indonesia Emas 2045 dari tingkat tapak.
Kepala Desa Konut, Hj. Endang, menegaskan penanganan stunting di wilayahnya bukan sekadar agenda rutin, melainkan intervensi berkelanjutan yang memadukan pemantauan fisik, edukasi gizi, hingga suplementasi langsung.
“Kesehatan anak adalah investasi masa depan desa. Melalui posyandu rutin dan pembagian susu ini, kami ingin anak-anak Desa Konut tumbuh sehat, cerdas, dan kuat. Ini adalah ikhtiar kita bersama menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Hj. Endang saat ditemui di Balai Desa Konut.
Dalam pelaksanaannya di lapangan, Pemerintah Desa Konut menyinergikan peran Kader Posyandu, Kader Balita Remaja, Bidan Desa, serta tenaga kesehatan dari Puskesmas setempat. Layanan medis dan edukasi yang diberikan meliputi penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan balita secara berkala, pemeriksaan kesehatan ibu hamil dan menyusui, edukasi Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) serta pola asuh, hingga distribusi paket susu khusus bagi anak berstatus stunting maupun yang berisiko.
Salah seorang perwakilan Kader Posyandu Desa Konut menekankan pentingnya kesadaran kolektif dari para ibu untuk memanfaatkan fasilitas pemeriksaan berkala tersebut.
“Anak-anak adalah anugerah dan masa depan desa kita. Melalui Posyandu ini, mari kita bersama-sama memantau tumbuh kembang anak, memberikan asupan gizi terbaik, dan jangan pernah ragu untuk berkonsultasi kepada kader dan tenaga kesehatan. Ibu yang sehat, anak yang kuat, desa yang hebat,” ungkapnya di hadapan para warga.
Melalui sinergi lintas sektor—termasuk dukungan Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK)—kegiatan ini diharapkan dapat menekan angka tengkes secara signifikan di Kecamatan Tanah Siang sekaligus menjadi model pencegahan stunting berbasis komunitas desa.


