Ketua DPRD Kabupaten Murung Raya, Rumiadi, S.E., S.H., M.H.,

PURUK CAHU —LENTERAKALIMANTAN.NET Di tengah bayang-bayang ketidakpastian ekonomi global dan fluktuasi harga kebutuhan pokok, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Murung Raya, Rumiadi, S.E., S.H., M.H., melontarkan seruan strategis bagi warga lokal. Ia mengajak masyarakat untuk meninggalkan pola hidup konsumtif dan mulai mengoptimalkan lahan tidur agar bertransformasi menjadi lumbung pangan keluarga.

Ajakan ini bukan sekadar imbauan moral, melainkan solusi taktis untuk mengatasi beban ekonomi rumah tangga, termasuk masalah utang yang kerap membelit warga akibat ketergantungan pada pasokan pangan luar daerah.

“Jangan membiarkan hutan dan lahan kita terbengkalai begitu saja. Saatnya kita jadikan ladang dan lumbung padi, kebun produktif, dan lahan pakan ternak,” tegas Rumiadi di Puruk Cahu, Minggu (1/11).

Sebagai wilayah dengan bentang alam yang luas dan tingkat kesuburan tanah yang tinggi, Murung Raya dinilai memiliki potensi besar yang belum tergarap optimal. Politisi sekaligus praktisi hukum dan ekonomi kerakyatan ini memetakan tiga langkah konkret pemanfaatan lahan tidur untuk mendongkrak kesejahteraan warga:

  1. Lumbung Padi dan Jagung: Mengubah lahan kosong di sekitar pekarangan rumah maupun perladangan tradisional menjadi area budidaya tanaman pangan utama guna menekan ketergantungan pasokan luar daerah.

  2. Kebun Produktif: Mengembangkan komoditas bernilai ekonomi tinggi seperti hortikultura, sayur-mayur, buah-buahan, hingga tanaman perkebunan rakyat sebagai investasi jangka panjang.

  3. Penyediaan Bank Pakan Ternak: Memanfaatkan sebagian lahan untuk tanaman pakan ternak guna menekan biaya operasional sektor peternakan lokal, seperti sapi, kambing, dan unggas.

Rumiadi menekankan pergeseran dari budaya konsumtif menuju produktif adalah kunci utama penyelesaian masalah keuangan keluarga. Menurutnya, hasil bumi yang dikelola secara tekun akan menghasilkan pendapatan tetap yang secara otomatis mampu menutup kewajiban finansial.

“Utang akan lunas jika kita produktif. Ladang yang kita olah hari ini adalah tabungan kita untuk hari esok. Lumbung padi yang kita isi hari ini adalah jaminan anak cucu kita tidak akan kelaparan,” ujar Rumiadi.

Ia juga memastikan lembaga legislatif daerah akan terus mengawal dan mendukung kebijakan serta program pemerintah yang berpihak kepada petani dan peternak, mulai dari distribusi bibit unggul, penyediaan alat mesin pertanian (alsintan), hingga penguatan akses permodalan melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan koperasi.

Menutup pesannya, Rumiadi membangkitkan kembali semangat gotong royong masyarakat Dayak untuk bersama-sama membangun kedaulatan pangan dari akar rumput.

“Mari kita kembali ke jati diri kita sebagai masyarakat agraris yang pekerja keras. Tangan kita yang mengolah tanah, tanah itu pula yang akan memuliakan hidup kita,” pungkasnya.

(Muslim)