MURUNG RAYA – LENTERAKALIMANTAN.NET-

Ketua DPRD Kabupaten Murung Raya, Rumiadi, S.E., S.H., M.H., melempar kritik implisit terhadap arah pembangunan daerah yang selama ini cenderung bias pada pembangunan fisik. Ia menegaskan bahwa daya saing masa depan Murung Raya tidak akan ditentukan oleh beton dan aspal, melainkan oleh investasi radikal pada kualitas manusia melalui empat pilar fundamental: ilmu pengetahuan, ketekunan, kreativitas, dan kearifan.

“Di era yang bergerak cepat ini, kompas kita jelas. Ilmu yang dipadukan dengan ketekunan. Tanpa keduanya, kita akan sulit menavigasi masa depan,” ujar Rumiadi saat memaparkan peta jalan generasi muda daerah di Murung Raya, Jumat (17/7).

Menurut Rumiadi, tantangan geopolitik dan ekonomi regional menuntut generasi penerus memiliki kerangka berpikir yang tangguh. Keempat pilar yang ia tawarkan bukan sekadar jargon, melainkan instrumen taktis.

  • Ilmu & Ketekunan: Berfungsi sebagai fondasi rasionalitas dalam pengambilan keputusan serta mesin penggerak agar proses pembangunan tidak stagnan di tengah jalan.

  • Kreativitas & Kearifan: Kombinasi yang melahirkan inovasi sekaligus berfungsi sebagai kompas moral.

“Kreativitas membuka jalan. Kearifan menjaga kita tetap di jalur yang benar. Kombinasi ini yang akan melahirkan generasi yang tidak hanya hebat, tetapi juga berwibawa,” tegas Rumiadi.

Menindaklanjuti visi tersebut, DPRD Murung Raya kini tengah mendorong pergeseran fokus kebijakan publik. Parlemen berkomitmen memperkuat regulasi dan alokasi anggaran yang menyasar penguatan ekosistem sumber daya manusia (SDM).

Langkah taktis yang digodok meliputi:

  • Reorientasi sektor pendidikan formal dan perluasan pelatihan vokasi yang berbasis kebutuhan pasar kerja lokal.

  • Penyediaan ruang ekspresi dan inkubasi ekonomi di bidang kepemudaan, olahraga, budaya, serta stimulasi UMKM.

Rumiadi menekankan bahwa parameter keberhasilan pendidikan di Murung Raya harus dirombak total. Indikatornya tidak boleh lagi hanya terjebak pada angka kelulusan di atas kertas, melainkan pada output kepemimpinan riil di masyarakat.

“Kami tidak sedang bicara soal kelulusan semata. Kita sedang menyiapkan pemimpin. Mereka yang berpikir kritis, bertindak solutif, dan mengabdi dengan dedikasi penuh untuk kemajuan daerah,” pungkasnya menutup komitmen politik parlemen.

(Muslim)

Bagikan: