BANJARMASIN LENTERAKKALIMANTAN.NET

Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kalimantan Selatan menegaskan komitmennya untuk terus mengawal pembinaan atlet pelajar melalui Sentra Pembinaan Olahragawan Berbakat Daerah (SPOBDA). Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan sinergi dengan Dinas Pendidikan dan SMAN 2 Banjarmasin guna memastikan prestasi olahraga dan akademik para atlet dapat berjalan secara seimbang.

Kepala Bidang Pembudayaan Olahraga Dispora Kalsel, Muhammad Anugrah, mengatakan pembinaan atlet pelajar tetap menjadi prioritas pemerintah daerah. SMAN 2 Banjarmasin, yang merupakan satu-satunya SMA di Kalimantan Selatan yang memiliki Kelas Khusus Olahraga (KKO), akan terus menjadi tempat pembinaan sekaligus pendidikan bagi atlet binaan SPOBDA.

“Dispora Provinsi Kalimantan Selatan tetap fokus terhadap pembinaan atlet pelajar melalui SPOBDA. Ke depan kami akan terus berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan dan SMAN 2 Banjarmasin agar prestasi atlet dan akademik atlet dapat berjalan seimbang,” ujarnya saat jumpa pers di SMAN 2 Banjarmasin, Jumat (24/7/2026).

Anugrah menjelaskan, pembinaan atlet tidak hanya berorientasi pada pencapaian prestasi di arena olahraga, tetapi juga memastikan para atlet mampu memenuhi standar akademik selama menempuh pendidikan di sekolah.

Untuk itu, Dispora Kalsel akan meningkatkan koordinasi dengan pihak sekolah agar proses pembinaan atlet berlangsung secara lebih terintegrasi dan mampu mendukung perkembangan akademik para siswa.

“Ke depan koordinasi akan lebih intensif, sehingga nilai akademik atlet juga dapat berbanding lurus dengan prestasi yang mereka raih di bidang olahraga,” katanya.

Terkait polemik yang sempat berkembang mengenai siswa KKO, Anugrah menilai persoalan tersebut terjadi akibat miskomunikasi antarpihak. Ia memastikan komunikasi dan koordinasi akan terus diperkuat agar setiap kebijakan yang diambil dapat mengakomodasi kepentingan pendidikan dan pembinaan olahraga secara proporsional.

Hasil koordinasi antara Dispora Kalsel, Dinas Pendidikan, dan SMAN 2 Banjarmasin juga memastikan seluruh siswa atlet yang sebelumnya dikabarkan akan dipindahkan tetap melanjutkan pendidikan di SMAN 2 Banjarmasin.

Selain itu, sistem penerimaan peserta didik KKO akan menjadi bahan evaluasi. Kriteria seleksi yang selama ini mengacu pada sertifikat prestasi olahraga, nilai rapor, dan tingkat kebugaran fisik akan ditinjau kembali agar lebih inklusif terhadap seluruh cabang olahraga.

Evaluasi tersebut dilakukan untuk memberikan kesempatan yang lebih adil bagi atlet dari cabang olahraga yang tidak mengutamakan kemampuan fisik dominan, seperti catur dan menembak.

Melalui penguatan kolaborasi antara Dispora Kalsel, Dinas Pendidikan, dan SMAN 2 Banjarmasin, pemerintah daerah berharap kualitas pembinaan atlet pelajar di Kalimantan Selatan semakin meningkat dan mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi yang unggul, baik di bidang olahraga maupun akademik(mckalsel/lnk).

Bagikan: