PURUK CAHULENTERAKALIMANTAN.NET-

Peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia pada Agustus 2026 ini dinilai harus menjadi pemicu perubahan mendasar dalam tata kelola lingkungan, bukan sekadar perayaan seremonial tahunan. Anggota DPRD Kabupaten Murung Raya, Nisha Anggraeni, mendesak pemerintah daerah dan seluruh lapisan masyarakat untuk mentransformasi semangat kemerdekaan menjadi aksi nyata penataan kota yang bersih, sehat, dan berseri secara berkelanjutan.

Tuntutan tersebut didasari masih krusialnya penataan ruang publik di Murung Raya yang membutuhkan pembenahan sistemik, mulai dari pengelolaan sampah hingga fasilitas penerangan jalan umum.

“Kita telah memasuki bulan Agustus di mana bulan ini kita harapkan bisa menjadi titik awal kebersamaan untuk berbuat lebih baik. Mari kita isi kemerdekaan ini tidak hanya dengan kegiatan seremonial, tetapi juga dengan aksi nyata yang bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di jalanan, di pasar, di taman, dan di setiap sudut kota,” tegas Nisha Anggraeni di Puruk Cahu, 4 Agustus 2026.

Untuk mencegah gerakan kebersihan berhenti saat panggung peringatan dibongkar, Nisha memaparkan tiga fokus utama yang harus dieksekusi secara terencana dan inovatif oleh Pemerintah Kabupaten Murung Raya:

  1. Penguatan Kesehatan Lingkungan: Peningkatan tertib pengelolaan sampah dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat dari tingkat tapak.

  2. Estetika Kota Berkarakter: Peremajaan ruang publik, perluasan Ruang Terbuka Hijau (RTH), dan pemasangan ornamen daerah yang memperkuat identitas “Bumi Tanah Malai Tolung Lingu”.

  3. Infrastruktur Publik dan Keselamatan: Optimalisasi fasilitas penerangan jalan guna menjamin rasa aman dan kenyamanan aktivitas ekonomi warga.

Nisha menekankan bahwa kebersihan merupakan fondasi kehidupan masyarakat, sedangkan estetika kota adalah cerminan dari jati diri daerah. Menurutnya, pemenuhan lingkungan yang nyaman dan membanggakan adalah hakikat dari kemerdekaan yang sesungguhnya.

Langkah inovatif tersebut, lanjut Nisha, tidak dapat berjalan tanpa skema gotong royong yang terstruktur. Ia mendorong integrasi kerja antara Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pemerintah kecamatan, kelurahan, tingkat RT/RW, lembaga pendidikan, komunitas lokal, hingga sektor dunia usaha.

“Gotong royong adalah kekuatan kita. Tidak perlu menunggu hal besar untuk memulai. Mari kita mulai dari hal-hal kecil di sekitar kita. Jadikan Agustus ini sebagai bulan untuk menunjukkan cinta dan kepedulian kita pada Murung Raya,” tambah Nisha.

Melalui konsistensi kolaborasi antar-lembaga ini, momentum peringatan HUT RI ke-81 diharapkan meninggalkan warisan (legacy) jangka panjang berupa tata ruang Kabupaten Murung Raya yang bersih, sehat, dan aman bagi seluruh warganya.

(Muslim)

Bagikan: